Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/16/2008 09:06:00 PM

Tinggi, Tingkat Kekeruhan Air PDAM Gowa

Diposting oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA - Memasuki musim hujan di Kabupaten Gowa, tingkat kekeruhan air di Sungai Jeneberang yang menjadi sumber air baku PDAM Makassar dan Gowa, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan kondisi musim kemarau lalu.

Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Gowa, Hasanuddin Kamal kepada
sejumlah wartawan, Selasa, 16 Desember. Menurut ia, tingkat kekeruhan air di
Sungai Jeneberang telah mencapai 400 NTU, dari yang semestinya hanya berada
di kisaran 200-250 NTU.

Namun demikian, menurut Hasanuddin, angka tingkat kekeruhan tersebut masih tergolong normal untuk wilayah Gowa. Sebab menurut ia, PDAM Gowa telah terbiasa dengan angka tingkat kekeruhan yang tinggi. "Kita anggap itu masih normal," katanya.
"Tapi harus diakui, angka tersebut tergolong tinggi bila dibandingkan dengan
standar nasional," tambahnya. Terkait dengan masalah penggunaan air baku, soal penggunaan bahan kimia untuk proses penjernihan, diakui ada peningkatan 10-20 persen bila dibandingkan dari kondisi saat musim kemarau.

"Dia berharap pada musim hujan tahun ini, tidak ada longsoran baru di kaldera Bawakaraeng, hingga tingkat kekeruan air baku tidak melebihi dari angka 400 NTU," harapnya.

Disinggung soal pembiayaan yang meningkat karena penambahan bahan kimia untuk penjernihan air, Hasanuddin mengatakan, keuangan PDAM Gowa tidak mengalami perubahan mendasar. "Keuangan PDAM Gowa tetap aman," pungkasnya.(rosmini hamid/fajar.co.id)

0 komentar: