* Satu Keluarga Sudah Dievakuasi
SUNGGUMINASA------- Tingginya curah hujan tahun ini membuat puluhan warga yang tinggal di bantaran sungai Je'nelata Desa Tanah Karaeng resah. Akibarnya, satu rumah milik Rahim nyaris rubuh diterjang longsor dan mereka sudah dievakuasi ketempat yang lebih aman. Sementara itu, 23 rumah lainnya dalam kondisi terancam longsor.
''Kami terus melakukan pemantauan terhadap daerah bantaran sungai yang rawan longsor,'' ujar Camat Manuju, Marsuki, Kamis 29 Januari.
Mantan camat Parangloe ini, mengakui, keberadaan ke 23 warga yang tinggal di lokasi bantaran sungai Je'nelata tersebut memang cukup rawan. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak, selain mengingatkan mereka untuk selalu waspada terhadap gejala-gejala alam. Apalagi mereka berada pada daerah ketinggian yang dengan ke dalam 20 meter dari dasar sungai.
Lalu apa jalan keluarnya? Menurut Marsuki, pihaknya sudah mengusulkan ke Bupati Gowa dan Dinas Sosial untuk dilakukan relokasi ketempat yang baru. ''Saya sudah usul, tinggal tunggu jawaban,'' katanya.
Terkait dengan lokasi penempatan 23 KK yang tinggal di bantaran sungai Je'nelata, Marsuki mengatakan, lokasi PTPN yang tidak terpakai pada poros Malino paling cocok. Lokasi ini, katanya, terdapat di desa yang sama, Desa Tanah Karaeng seluas 10 ha. Tanah tersebut sekarang ini sudah tidak dipergunakan oleh pihak PTPN.
Kalau mereka pindah kelokasi tersebut, lebih jauh dikatakannya, maka infrastruktur pemerintahan tingkat desa juga bisa dibangun, karena selama ini kantor desa Tanah Karaeng belum ada sama sekali. (arif.saeni@gmail.com)
Rupiah Menguat ke Rp 16.820 Pada Jumat Sore, Langkah Donald Trump Jadi
Pemicunya
-
Pada perdagangan Jumat (23/1/2026) sore ini, rupiah ditutup menguat 76 poin
ke level Rp 16.820 per dolar Amerika Serikat dari Rp 16.896 per dolar AS
1 jam yang lalu







0 komentar:
Posting Komentar