Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/29/2009 10:46:00 PM

Diknas Tunggu Proses Hukum

Diposkan oleh tuGOWA

* Terkait Penyegelan SD Tala'borong

Sungguminasa, Tribun - Penyegelan SD Tala'borong, Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng Barat oleh Oknum yang mengaku pewaris pemilik tanah menyegel tampaknya bakal berlangsung lama. Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa tidak bisa berbuat banyak dan menunggu proses hukum.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa, Idris Faisal Kadir, mengatakan, kasus penyegelan tersebut telah dilaporkan camat dan kacabdiknas Bajeng Barat ke Polsek Bajeng.

"Kita tinggal menunggu proses hukumnya namun jalur komunikasi tetap dilakukan agar bisa dilakukan pembukaan sekolah secepatnya," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (29/1). Ditambahkan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena warga tersebut memiliki alas hak yang kuat.

Penutupan sekolah itu telah berlangsung sejak 26 Desember 2008 lalu. Mustamin, anak peilik tanah mengaku ingin menggantikan posisi ayahnya yang telah meninggal sebagai PNS. Ia mengaku telah dijanji sejak dua tahun lalu namun tidak ada realisasi.

Kecabdiknas Bajeng Barat, Hayyul Husain mengaku tidak ada yang pernah menjanjikan Mustamin untuk menjadi PNS. "Mustamin pernah minta tapi saya jawab kalau jaminan PNS itu di luar kewenangan kami," jelasnya, kemarin.(ute/tribun-timur.com)

0 komentar: