Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/06/2009 11:38:00 PM

Diknas Gowa "Garap" Kantin Kejujuran

Diposting oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Guna membangun karakter jujur sejak dini dari bangku sekolah, Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Gowa mengadopsi program Kejaksaan Agung RI dalam hal menghadirkan kantin kejujuran.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Kabupaten Gowa, Idris Faisal Kadir, SH didampingi Kepala Sub Bidang Sarana Prasarana Diknas Gowa, Drs H Sappe Mangiriang, MM saat ditemui di ruang kerjanya Selasa, 6 Desember.

Memulai program dengan tujuan mulia tersebut, Diknas menggarap kantin percontohan kejujuran di sembilan sekolah. Terdiri dari lima sekolah dasar, tiga sekolah lanjutan menengah, dan satu sekolah menengah atas. Yakni SD Negeri Pacciongang Unggulan, SD Center Mangalli, SD Inpres Biringkaloro, SD Inpres Pare Pare SD Inpres Limbung Putra. SMP 4 Sungguminasa, SMP 1 Pallangga, SMP 1 Bajeng dan SMA 1 Pallangga.

Pengelolahan kantin kejujuran itu sendiri, kata Sappe Mangiriang diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah. Bekerjasama dengan pedagang kue dan minuman. Setiap jajanan yang bakal dijual di kantin tersebut diberi label harga.

"Saat berbelanja di kantin, anak-anak diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berbelanja. Belajar menyimpan uang sendiri di kotak uang, lalu mengambil uang kembalian sendiri, bila memang ada kembaliannya," ujarnya.

Mengenai modal kantin kejujuran tersebut, menurut Sappe ditentukan kemudian sesuai dengan besaran dan banyak jumlah sekolah. Sumber dana diambil dari sebagian anggaran pendidikan gratis di APBD.

"Program ini dimulai awal Januari, bulan lima dipantau Jaksa Agung, Kejaksaan Tinggi Sulsel dan Kejaksaan Negeri Sungguminasa," ucap Sappe menutup pembicaraan.(rhd/fajar.co.id)



0 komentar: