GOWA, BKM-- Lambannya penyaluran pupuk yang dilakukan distributor Karaengta Data ke pengecer, akibatnya Rabu (13/1) kemarin, para kelompok tani (KT) di dua desa yakni Bontobiraeng Utara dan Bontobiraeng Selatan mendatangi pengecer.
Ketua Gapoktan Bontobiraeng Selatan, Manyingarri mengatakan, sejak Desember 2008, anggotanya sudah melunasi pupuk berdasarkan rencana daftar kebutuhan kelompok (RDKK).
Namun hingga hari ini baru 60 persen yang diterima anggotanya, bahkan ada juga kelompoknya yang tidak dapat seperti KT Taeng, padahal sudah melunasi melalui Gapoktan.
Saat ditemui pengecer di gudang, H Gading selaku pengecer mengakui memang pupuk mengalami keterlambatan distribusi. "Kami menerima dari distributor memang agak terlambat, kata mereka dari perusahaannya di Kalimantan Timur (Kaltim) pupuk itu terlambat dikirim," jelas H Gading. (Md4/saribulan/beritakotamakassar.com)
Porprov Jateng 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Regenerasi Atlet eSports
Surakarta
-
Porprov Jawa Tengah 2026 yang resmi mempertandingkan eSports menjadi
momentum penting untuk regenerasi atlet eSports di setiap daerah, khususnya
Solo.
34 menit yang lalu







0 komentar:
Posting Komentar