SUNGGUMINASA -- Arus mutasi di jajaran Polresta Gowa dimulai dengan pergantian tampuk pimpinan. Kepala Polresta (Kapolres) Gowa, AKBP Raden Purwadi resmi mengakhiri masa jabatannya, 5 Januari dan digantikan AKBP Rudi Harnanto N, melalui serah terima jabatan (sertijab) yang dilakukan Senin kemarin di halaman Polresta Gowa sekitar pukul 08.30 Wita.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur muspida Kabupaten Gowa, baik eksekutif maupun legislatif, dan juga jajaran petinggi Kejaksaan Negeri Sungguminasa.
Dalam setijab tersebut, Kepala Polisi Wilayah Kota Besar (Kapolwiltabes) Makassar, Kombes Burhanuddin Andi menitipkan beberapa tugas berat yang bakal ditanggung Kapolres Gowa yang baru.
Menurut Burhanuddin, Rudi harus maksimal dalam menjalankan tugasnya. Sebab ancaman keamanan semakin berat, akibat dari krisis global. Waspada terhadap teror bom dan unjukrasa menjadi fokus utama, sebab Gowa sebagai penyangga ibukota.
Selain itu, Burhanuddin juga menegaskan pentingnya menjaga kejahatan dibidang ekonomi, seperti curanmor dan narkotika. "Termasuk kenakalan remaja, pencurian hewan, pembunuhan menjadi tantangan Polresta Gowa," papar Burhanuddin.
Untuk itu, upaya penangggulangan kata Burhanuddin, harus lebih ditingkatkan. Melalui kemampuan deteksi dini, guna mendapatkan informasi akan adanya ancaman deteksi dini.
"Hal ini sangat menentukan seorang pimpinan mengmbil langkah," paparnya.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Rudi mengatakan, dalam menjalankan tugasnya, ia akan melakukan konsilidasi terlebih dahulu. Melakukan evaluasi program yang telah berjalan, dan melanjutkan program dalam jajaran Polwiltabes Makassar.
AKBP Raden Purwadi sendiri mengatakan, dirinya sangat berterima kasih pada masyarakat yang telah banyak membantu tugasnya, dalam menjaga situasi semakin kondusif.
"Kepada Kapolres baru, keamanan difokuskan utamanya pada pemilu legislatif. Dan terimakasih pada wartawan yang ikut menyukseskan program yang telah dijalankan selama ini," kata Raden Purwadi menutup pembicaraan.(mimi/fajar.co.id)
Negara yang Kembali Mengingat Dirinya: Sebuah Catatan Sejarah Politik
Indonesia Kontemporer
-
Sejarah politik Indonesia bergerak tidak seperti garis lurus, melainkan
seperti ingatan kolektif yang kerap lupa dan sesekali sadar.
9 menit yang lalu







0 komentar:
Posting Komentar