Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/08/2009 03:59:00 PM

Stok Minyak Tanah Menipis

Diposting oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA----- Stok minyak tanah di sejumlah agen dan pangkalan di sejumlah wilayah di daerah ini, Gowa, Gowa mulai menipis. Berkurangnya stok minyak tanah di pasaran, menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Penanaman Modal (Disp3M) Gowa, Abd Kahar Lawa Atjo, dikhawatirkan malah akan menghilang jika pihak Pertamina tidak secepatnya mengirim tambahan pada stok yang ada.

''Kasus ini bisa berdampak pada lonjakan harga ditingkat pengecer,'' ujarnya, Kamis 8 Januari.

Dia menjelaskan kalau sudah tiga hari terahir ini permintan minyak tanah terus meningkat, sementara stok mulai menipis.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kahar Lawa Atjo, mengatakan, pihaknya telah membentuk tim, yang akan melakukan pemantauan dan harga di pasaran.

Sementara itu, berdasarkan catatan yang ada suplay minyak tanah untuk Gowa dari pertamina UPMS VII Makassar sebesar 59.000 ltr/hari.

Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi Disp3M kabupaten Gowa, Anang Safri Gani Otto, mengakui telah melakukan pemantauan disejumlah agen dan pangkalan. Pemantauan ini, untuk mengantisipasi spekulan mempermainkan harga hingga ketingkat pengecer.

Dari 160 pangkalan dan delapan agen telah diberikan surat penyampaian soal harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp2.850. Kalau pun naik, maka bisa ditoleransi pada kisaran Rp3.250.

Selain itu, tambah Kahar, Disp3M juga telah menyurat kesejumlah agen dan distributor pupuk yang tersebar di 18 kecamatan. Surat bernomor 521-33/003/Disperindag tersebut berisi antara lain soal kelengkapan administrasi setiap agen dan distributor pupuk. Selain itu kantor, gudang dan alamat pendistibusiannya juga harus lengkap. (arifuddin@fajar.co.id)

0 komentar: