Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/12/2009 12:21:00 AM

10 Camat Terancam Dipolisikan

Diposkan oleh tuGOWA

//Jika Menunggak Hingga Akhir Februari

SUNGGUMINASA (SINDO)-Sebanyak 10 Camat dan koordinator penyalur beras miskin (raskin) tingkat kecamatan terancam dipolisikan jika tidak mampu melunasi tunggakan hingga batas deadlien yang ditentukan.

"Pemkab Gowa memberi batas waktu pelunasan akhir Februari tahun ini. Bila masih ada kecamatan yang tidak menepati waktu pembayaran, maka akan diperhadapkan pada pihak Kepolisian,"tegas Assisten II Setkab Gowa Asriawan Umar di Baruga Karaeng Patingalloang saat sosialisasi dan evaluasi raskin Gowa berlangsung.

Dia mengatakan, sejauh ini total tunggakan sebesar Rp 660 juta yang meliputi Kec. Bontonompo Rp 104,8 juta, Bontonompo Selatan Rp 61,9 juta, Bajeng Rp 7,9 juta, Tinggimoncong Rp 1,4 juta, Pattalassang Rp 10 juta, Pallangga Rp 87 juta, Biringbulu Rp 51 juta, Tombolopao Rp 32,5 juta, Parigi Rp 32,9 juta dan Bajeng Barat Rp 157 juta.

"Berdasar penetapan Bulog, seharusnya sejak Desember 2008, tunggakan ini sudah harus dilunasi," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sub Divre II Bulog Makassar, Iwan Setiawan menjelaskan, bagi daerah yang belum melunasi tunggakan penyaluran sebelumnya, maka jatah raskin akan dialihkan ke daerah lain. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kebocoran lebih banyak. " Agar hal itu tidak terjadi, maka pihak kecamatan diminta segera melunasi tunggakan raskin tersebut,"pintanya.

Dalam acara tersebut, sejumlah camat berjanji segera melunasi tunggakan raskin di wilayah masing-masing sebelum batas waktu yang ditentukan. Para camat juga minta agar pihak Badan Pusat Statistik (BPS) segera menyosialisasikan jumlah pasti warga miskin saat ini.

''Data yang dikeluarkan statistik perlu dikaji ulang, karena akan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Apalagi diketahui data miskin di BPS sudah berkurang, sementara banyak penerima raskin sudah terhapus namanya,''jelas Camat Bontonompo, Alimuddin Tiro.

Pihak Statistik juga diminta menyosialisasikan ke masyarakat kriteria-kriteria yang tergolong miskin, sehingga mereka dapat memahami jika tidak lagi tercantum dalam daftar miskin.

Sementara itu, Kepala BPS Gowa, Jony Matasik mengatakan, 2009 ini jumlah warga miskin berkurang dibanding tahun lalu. Kurangnya warga miskin tersebut juga akan berimbas pada jatah raskin nanti.(herni amir/seputar-indonesia.com)

0 komentar: