Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/15/2009 10:57:00 PM

206 Ha Tanaman Padi Rusak Karena Genangan

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Sejak genangan melebar dimana-mana akibat curah hujan yang tinggi, membuat ratusan hektare (Ha) tanaman padi mengalami kerusakan. Seperti dikatakan Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Ir H Mapparenta MSi, Jumat (13/2) di kantornya, akibat dari curah hujan yang berlebih saat ini tingkat genangan pun cukup besar. Dampaknya, tentu banyak tanaman padi yang rusak.
Namun diakui Mapparenta, tidak semua padi yang terendam genangan mengalami gagal panen atau fuso. Pasalnya, pada area yang dimungkinkan gagal panen itu, segera ditanami kembali.

"Yang rusak ringan itu kurang lebih 66 hektare dan rusak berat sekitar 140 haktare, jadi jumlah areal rusak sebanyak 206 hektare. Yang rusak berat terdapat di Kec. Bontomarannu dan Pattallassang sedang rusak ringan tersebar di Pallangga, Bontonompo, Bajeng. Diwilayah ini ada yang rusak hanya 2-4 hektare saja," kata Mapparenta didampingi Kasubdin Tanaman Pangan dan Palawija, Ir H Abd Rauf.

Saat ini dikatakan Mapparenta, target produksi padi pada rendengan dan gadu tahun ini secara global sebanyak 317.817 ton. Menurutnya, kendati ada genangan, hal itu tidak berpengaruh pada hasil produksi pasalnya ada tambahan areal tanam yang biasanya 48.638 hektare sekarang dicapai 53.549 hektare. Tambahan areal ini juga akan menunjang surplus beras 2 juta ton tahun 2008-2009.

Sementara menyikapi keluhan masyarakat di wilayah Kel. Lanna, Kec. ParangloE, akibat terendamnya puluhan hektare tanaman padi pasca jebolnya tiga sandpocket di bibir waduk Bilibili beberapa pekan lalu, menurut Mapparenta, bukan tanggung jawab pihak Pertanian.

"Persawahan yang ada di dekat waduk itu bukan peruntukan lahan pertanaman padi karena memang merupakan daerah aliran sungai dan lahan genangan waduk. Dari segi pemanfaatan lahan itu sudah salah. Dan itu memang dilarang dijadikan lahan sawah," tandas Kadis PTPH seraya mengatakan, lahan genangan itu masuk kewenangan Balai Besar Pompengan-Jeneberang.

Karena itu, tambah Mapparenta, masyarakat diimbau agar tidak menanami area DAS itu dengan padi dan tanaman semusim lainnya. Karena kawasan itu memang daerah genangan waduk dan lahannya sudah dibebaskan sejak proyek waduk dibangun.

"Yang cocok dilakukan di area itu adalah menghijaukannya dengan tanaman pohon produktif seperti pohon sukun karena sesuai dengan program ketahanan pangan lokal. (Saribulan/beritakotamakassar.com)

0 komentar: