Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/05/2009 12:02:00 AM

3 Sandpocket Jebol, 3 KK Diungsikan

Diposkan oleh tuGOWA

PARANGLOE----------- Tingginya curah hujan di daerah hulu selama dua hari berturut-turut menyebabkan tiga sandpocket jebol, Kamis 4 Februari. Sandpocket yang dimaksudkan masing-masing sandpocket satu, dua dan tiga, ditambah satu sabodam. Akibatnya, tiga rumah milik Soho (70), Subaedah (30) dan Saharuddin 28), yang terletak di bantaran sungai Jeneberang, desa Bontojai terpaksa diungsikan ke rumah keluarganya. Kerugian sementara ditaksir Rp40 juta.

Jebolnya sandpocket satu sepanjang 30 meter, sanpocket dua 50 meter dan sandpocket tiga 30 meter menyebabkan air sungai Jeneberang menggerus dua rumah yang terletak di bantaran sungai Jeneberang milik Subaedah (30) berupa rumah batu dan Dg Soho (70). Kedua rumah tersebut bagian dapurnya hanyut oleh air sungai Jeneberang. Sementara itu, tujuh rumah lainnya dalam keadaan terancam.

Penggerusan air sungai Jeneberang tersebut, menyebabkan puluhan pemilik rumah menjadi panik. Mereka berlarian ke luar rumah untuk melihat secara langsung air sungai yang terus menggerus pemukiman mereka. ''Kejadiannya serba cepat pada pukul 14:00 wita,'' ujar H. Suwardi Dg Siama, salah seorang warga Parangloe.

Camat Parangloe, Saleh Saud Kr Tompo, melihat semakin derasnya penggerusan air sungai Jeneberang berinisiatif mengambil escavator satu unit pemilik pengusaha tambang, untuk melakukan pengerukan dan pelebaran badan sungai Jeneberang. ''Ini harus kita lakukan agar air tidak terus menggerus perumahan penduduk,'' ujarnya.

Pihaknya juga, lanjut Saleh Saud, langsung membuat posko darurat untuk mewaspadai turunnya hujan yang bisa berakibat menggerus rumah perumahan penduduk. ''Kami harus siaga siang dan malam,'' tambahnya.

Sebelumnya, beber mantan lurah Lanna, desa Bellapunranga mengalami jebanjiran Sabtu lalu, mengakibatkan dua dusun terisolasi masing-masing dusun Allukeke dan Kasimburang. Banjir akan selalu naik, lanjutnya, kalau hujan deras kembali turun. (ari/fajar.co.id)

0 komentar: