PARANGLOE----------- Tingginya curah hujan di daerah hulu selama dua hari berturut-turut menyebabkan tiga sandpocket jebol, Kamis 4 Februari. Sandpocket yang dimaksudkan masing-masing sandpocket satu, dua dan tiga, ditambah satu sabodam. Akibatnya, tiga rumah milik Soho (70), Subaedah (30) dan Saharuddin 28), yang terletak di bantaran sungai Jeneberang, desa Bontojai terpaksa diungsikan ke rumah keluarganya. Kerugian sementara ditaksir Rp40 juta.
Jebolnya sandpocket satu sepanjang 30 meter, sanpocket dua 50 meter dan sandpocket tiga 30 meter menyebabkan air sungai Jeneberang menggerus dua rumah yang terletak di bantaran sungai Jeneberang milik Subaedah (30) berupa rumah batu dan Dg Soho (70). Kedua rumah tersebut bagian dapurnya hanyut oleh air sungai Jeneberang. Sementara itu, tujuh rumah lainnya dalam keadaan terancam.
Penggerusan air sungai Jeneberang tersebut, menyebabkan puluhan pemilik rumah menjadi panik. Mereka berlarian ke luar rumah untuk melihat secara langsung air sungai yang terus menggerus pemukiman mereka. ''Kejadiannya serba cepat pada pukul 14:00 wita,'' ujar H. Suwardi Dg Siama, salah seorang warga Parangloe.
Camat Parangloe, Saleh Saud Kr Tompo, melihat semakin derasnya penggerusan air sungai Jeneberang berinisiatif mengambil escavator satu unit pemilik pengusaha tambang, untuk melakukan pengerukan dan pelebaran badan sungai Jeneberang. ''Ini harus kita lakukan agar air tidak terus menggerus perumahan penduduk,'' ujarnya.
Pihaknya juga, lanjut Saleh Saud, langsung membuat posko darurat untuk mewaspadai turunnya hujan yang bisa berakibat menggerus rumah perumahan penduduk. ''Kami harus siaga siang dan malam,'' tambahnya.
Sebelumnya, beber mantan lurah Lanna, desa Bellapunranga mengalami jebanjiran Sabtu lalu, mengakibatkan dua dusun terisolasi masing-masing dusun Allukeke dan Kasimburang. Banjir akan selalu naik, lanjutnya, kalau hujan deras kembali turun. (ari/fajar.co.id)
Brimob Minta Maaf ke Massa Ojol setelah Affan Tewas Dilindas Rantis: Tak
Ada Kesengajaan dari Kami
-
Anggota Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Anton menyampaikan permintaan maaf
kepada massa ojol yang menggelar aksi di depan Mako Brimob Kwitang.
17 menit yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar