Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/02/2009 10:17:00 PM

67 Juta Kubik Lumpur Bawakaraeng Bergerak

Diposkan oleh tuGOWA

PEMERINTAH Gowa saat ini sangat serius memperhatikan pergerakan sedimen akibat runtuhnya kaldera bawakarang 2004 lalu. Saat ini, kata Bupati H Ichsan YL, sekitar 67 juta kubik sedimen yang belum turun namun sudah bergerak. Sementara yang sudah masuk di waduk Bilibili sudah hampir 62 juta kubik. Dan yang masih tertinggal di kaldera bawakaraeng sekitar 130 juta kubik.

"Kalau itu tidak cepat ditangani maka akan menjadi potensi bencana jebolnya waduk," sela Kepala Infokom, H Zainuddin Kaiyum seraya mengatakan diperkirakan dibutuhkan bantuan dana kurang lebih Rp26 triliun.

Berdasarkan temuan Komisi V DPR RI belum lama ini, bendungan Bilibili itu salah perencanaan begitu pua dengan bangunan Sabodam yang ternyata tidak bisa mengatasi antisipasi longsoran bawakaraeng. "Tidak ada perhitungan matang sehingga proyek ini kesannya mubasir," tambah Zainuddin Kaiyum.

"Karena itu masyarakat yang ada di catsman area harus hati-hati.
seperti halnya di Desa Taring, di Biringbulu. Dengan adanya 2 Km sedimen lumpur yang bergerak kini maka masyarakat harus dievakuasi ke tempat yang aman dan dititip di rumah keluarganya di dusun yang lebih aman," kata Bupati.

Bupati juga berharap seluruh masyarakat untuk melihat tingginya curah hujan yang hampir tiga kali lipat dari tahun 2008, sehingga wilayah Gowa cenderung cukup bisa memberi masalah.

"Bagi yang tinggalkan tempat tinggalnya harus melaporkan diri ke pemerintah masing-masing. Saya juga imbau dan anggap ini permintaan saya kepada semua rakyat untuk bisa berdoa setiap sujud terakhir shalat agar Gowa terhindar dari bencana," kata Bupati.(saribulan/beritakotamakassar.com)

0 komentar: