Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/24/2009 10:19:00 PM

Didata, Warga Malah Tak Dapat BLT

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Ganna Dg Nai (40), warga Kampung Gentungan, Dusun BorongloE, Desa Pallantikang, Kec. Pattallassang, mulai mengeluh. Pasalnya petani penggarap ini, selalu saja didata setiap kali petugas pendata BLT (bantuan langsung tunai) BPS Gowa turun. Namun anehnya, sudah beberapa kali periode penerimaan dana BLT itu, dirinya tidak pernah merasakan bantuan tersebut. Akhirnya suami Sari Dg Sunggu (38) yang memiliki lima orang anak ini hanya pasrah. keluarga miskin inipun terelakkan dari fasilitas layanan Jamkesmas. Untungnya, Ganna masih terdaftar dalam data RTM penerima raskin.

Dari kelima anaknya, hanya satu orang yang sekolah. Itupun disekolahkan oleh neneknya lantaran sudah lama tinggal di sana. Bukan hanya Ganna saja yang mengalami nasib itu, tapi 9 warga lainnya juga tidak dapat BLT padahal sangat layak menerima. Masing-masing Dedi Dg Siama (30), Anto Dg Serang (35), Andi Anas (35), Azis Dg Ngoyo (30), Basir Dg Beta (35), Ansar Dg Buang (22).

Sementara itu, ada juga janda dan duda lansia di antaranya yakni Dg Nassa (60), Dg Lia (70), Dg Mami (56), Sahari Dg Nginga (60), Dahlia Dg Pajja (50) semuanya warga Dusun Tassilli, Desa Pattallassang, Kec. Pattallassang.

Camat Pattallassang, Drs Muh Fajaruddin MM, kepada BKM, Senin (23/2) mengatakan, jika ternyata banyak warga miskin yang tidak didaftar sebagai penerima sementara sudah didata oleh petugas lapangan, itu berarti tim BPS harus mendata ulang. Dan seharusnya, kata Fajaruddin, data calon penerima BLT disarasehankan di tingkat desa dengan para tokoh masyarakat dan mengundang aparat pemerintah desa untuk dimusyawarahkan status layak tidaknya RTM terdata tersebut.

"Kenapa? Karena kita harus menghindari adanya kepentingan oknum didalamnya. Terkait adanya warga layak dapat BLT namun tidak terjatah, akan kami koordinasikan dengan pihak BPS Gowa," jelas Camat.

Sementara itu, Hamzah, petugas BPS Gowa yang ditemui kemarin, mengaku saat ini BPS kembali melakukan pendataan. Namun untuk peruntukan pendataan itu, dia mengaku belum tahu pasti apakah untuk BLT atau jenis apa karena pendataan itu dinamai Pendataan Pelayanan Perlindungan Sosial (PPLS) yang juga diperuntukkan bagi rumahtangga miskin. (Saribulan/beritakotamakassar.com)

0 komentar: