Sungguminasa, Tribun - Kampanye terbuka pemilu legislatif di Kabupaten Gowa diawali dengan deklarasi damai dan karnaval kampanye damai, Senin (16/3). Namun, sebagian besar peserta kampanye damai dari 35 partai politik yang bertarung di Gowa melanggar kesepakatan bersama.
Kesepakatan bersama yang dibangun saat pertemuan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa, pekan lalu, antara lain setiap parpol membawa maksimal lima unit kendaraan roda empat dan tidak melibatkan kendaraan roda dua atau motor dalam kampanye tersebut.
Kenyataannya, pelaksanaan kampanye damai kemarin menjadi ajang show of force partai yang memiliki "modal" besar. Umumnya yang melanggar kesepakatan bersama itu pun parpol peserta pemilu yang sudah lama.
Dari pantauan Tribun, parpol yang menyertakan lebih dari tujuh kendaraan antara lain Golkar, PBR, PDIP, PKB, PDK, dan Partai Demokrat. Sedangkan partai yang menyertakan motor yakni PSI, PBR, PPD, dan PPP.
Bahkan beberapa partai mengikutsertakan anak-anak untuk berkampanye yang sesuai aturan kampanye dilarang. Partai yang terlihat membawa anak-anak antara lain Partai Pelopor, PDP, dan Partai RepublikaN.
Ketua KPU Gowa Hirsan Bachtiar yang dikonfirmasi di sela-sela di Jl Tumanurung, depan kawasan gabungan dinas, membenarkan pelanggaran parpol tersebut. Menurutnya, kesepakatan itu mereka sendiri yang rumuskan namun mereka juga yang melanggarnya.
"Kita juga sudah imbau agar tertib dan mengikuti aturan berlalu lintas, tapi ada saja peserta yang melanggar seperti pengendara motor tidak menggunakan helm," katanya.
Kampanye damai diawali deklarasi untuk pemilu damai. Ditandai dengan penandatanganan deklarasi di hadapan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo dan muspida di daerah ini.
Puji Panwas
Bupati Ichsan dalam sambutannya sebelum melepas peserta kampanye damai memuji tindakan Panwaslu Gowa membersihkan baliho yang bertebaran di sepanjang jalan di Gowa sehari sebelumnya.
"Saya berterima kasih kepada panwas karena dalam beberapa bulan terakhir Gowa tidak lagi menjadi Gowa Bersejarah, tapi hampir menjadi Gowa berbaliho," ungkap orang nomor satu di Butta Bersejarah ini.(ute/tribun-timur.com)
Anwar Abbas Kritisi Langkah Kadin Jajaki Kerja Sama dengan China Garap
Hilirisasi Industri Unggas
-
Anwar Abbas mengkritisi langkah Kadin menjajaki kerja sama dengan
perusahaan asal China untuk menggarap hilirisasi industri unggas dalam
program MBG.
2 jam yang lalu







0 komentar:
Posting Komentar