Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
3/23/2009 11:50:00 PM

Rp 2,7 Miliar untuk Kesehatan Gratis

Diposkan oleh tuGOWA

* Pemkab Serahkan Ranperda ke DPRD Gowa

Sungguminasa, Tribun - Setelah pendidikan gratis berjalan dengan kekuatan peraturan daerah (perda), kini pelaksanaan kesehatan gratis akan menyusul dalam waktu dekat. Pemerintah Kabupaten Gowa telah menyerahkan rancangan perda (ranperda) kesehatan gratis ke DPRD Gowa untuk dibahas, Senin (23/3).

Ranperda tentang kesehatan gratis tersebut diserahkan dalam sidang paripurna bersama empat ranperda lainnya. Ranperda itu masing-masing tentang pembentukan Kkelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong, perubahan tentang retribusi kesehatan pada RSU, perubahan atas Perda No 17, serta tentang penyertaan modal kepada Holding Company Gowa Mandiri.

Ditemui usai penyerahan ranperda, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa dr Herry D Gaffar mengungkapkan, anggaran yang telah disiapkan dalam APBD 2009 sebesar Rp 2,7 miliar.

"Anggaran itu bersifat sementara dan disesuaikan kemampuan daerah. Kalau pada penerapannya nanti kunjungan meningkat dan dana membengkak, maka akan diusulkan penambahan pada anggaran perubahan," jelasnya di ruang tunggu ruangan Sekretaris Kabupaten Gowa M Yusuf Sommeng, kemarin.

Dijelaskan, secara garis besar kesehatan gratis yang akan diberlakukan di Butta Bersejarah ini meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan rujukan, obat-obatan, transportasi, biaya administrasi, dan sebagainya (lihat Kesehatan Gratis di Gowa).

Sasaran pelayanan kesehatan gratis ditujukan kepada masyarakat yang belum tercakup dalam program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas), asuransi tenaga kerja (astek), asuransi kesehatan (askes), asuransi ABRI (Asabri), dan asuransi sejenis lainnya.

Pelayanan kesehatan gratis tersebut, tambah Herry, didapatkan apabila masyarakat melakukan pengobatan pada unit sarana pelayanan kesehatan gratis, seperti RSUD Syekh Yusuf, puskesmas, posyandu, poskesdes, Rumah Bersalin Mattiro Baji, dan tempat lain yang ditunjuk.

Petugas kesehatan yan melakukan pelayanan adalah mereka yang telah di-SK-kan pemerintah, petugas dan sarana pelayanan kesehatan gratis tersebut memiliki surat tanda registrasi dan memiliki izin praktek.(ute)

KESEHATAN GRATIS DI GOWA
item layanan, antara lain:
* Pelayanan kesehatan dasar, meliputi:
- Rawat jalan tahap pertama, pada puskesmas dan jaringannya (pustu, poskesdes, dan lain-lain)
- Rawat jalan tingkatan kedua, pada RSUD Syekh Yusuf di perawatan kelas III
- Pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan normal di Rumah Bersalin Mattiro Baji dan polindes
- Rawat inap di puskesmas dan jaringannya, termasuk di rumah bersalin
* Pelayanan kesehatan rujukan
* Pelayanan kesehatan penunjang, antara lain laboratorium
* Transportasi rujukan ke dan dari RSUD Syekh Yusuf
* Pelayanan administrasi
* Obat-obatan ditanggung, item rincinya dijabarkan dalam lampiran kebijakan bupati
gratis apabila:
- Dilayani di sarana pelayanan kesehatan gratis yang telah ditentukan
- Dilayani oleh petugas kesehatan yang di-SK-kan
- Memiliki surat tanda registrasi dan memiliki izin praktek
- Dilayani pada jam kerja atau pada saranan pelayanan 24 jam
mereka digratiskan:
- Belum tercakup dalam program jamkesmas, astek, dan asabri, serta asuransi sejenis lainnya

DATA: UTE/tribun-timur.com

0 komentar: