Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
6/23/2009 06:54:00 AM

Penyuluh Temukan Teknologi Baru Pertanian

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) bentukan Dinas Pertanian Kab. Gowa diharapkan mampu menemukan metode atau teknologi baru pertanian. Hal itu menjadi harapan Pemkab Gowa dalam upaya peningkatan produksi padi dalam mendukung surplus beras 2 juta ton. SLPTT ini dibentuk sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para tenaga penyuluh, sehingga mampu melahirkan penyuluh-penyuluh pertanian yang profesional di bidangnya. '' Dalam SLPTT ini artinya dalam satu kelompok, penyuluh diajar menemukan metode,menerapkan teknologi baru yang sedang berkembang. Semua itu dilakukan sebagai dukungan terhadap peningkatan surplus beras,'' kata H Mapparenta, Kadis Pertanian Gowa sembari berharap para penyuluh yang baru saja mengikuti Jambore SLPTT di Boyolali, pekan kemarin dapat mengembangkan wawasannya jauh lebih baik.
Menurut Kadis didampingi Kabid Tanaman Pangan, H Abd Rauf, belum lama ini, tenaga penyuluh yang dimilikinya hanya sekitar 100 orang. Jumlah ini belum merata dimiliki semua desa/kelurahan di Gowa. Karena keterbatasan tenaga penyuluh sehingga masih ada penyuluh yang merangkap tugas di dua desa/kelurahan.
''Kendala kita selama ini, yakni tidak bisa seenaknya mengangkat tenaga penyuluh karena berdasar pengangkatan dari pusat (Departemen Pertanian),'' ucapnya. Kekurangan tenaga penyuluh ini diakui Mapparenta sangat dirasakan karena yang laksanakan program yang dibuat Dinas Pertanian di lapangan adalah penyuluh.
''Dinas yang buat programnya sedang yang laksanakan di lapangan adalah penyuluh,'' kata mantan Kepala Kantor Intensifikasi Penyuluh Pertanian Kehutanan Gowa yang kini berganti nama Kantor Ketahanan Pangan. ((Sar))


0 komentar: