Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
6/25/2009 07:44:00 AM

Sungguminasa Bakal Jadi Pusat Wisata Kerajaan

Diposkan oleh tuGOWA

DARI masa ke masa, Sungguminasa sebagai ibukota Kabupaten Gowa turun temurun kental dengan nuansa kerajaan. Namun karena era globalisasi makin pesat, sehingga predikat kerajaan itupun berangsur-angsur berkurang hingga akhirnya yang tersisa hanya nama saja. Karena itu Pemerintah Kabupaten Gowa akan mengembalikan lagi nuansa itu dengan kemasan yang memikat animo wisatawan untuk mengenang kesakralan kota raja Gowa. Dalam bentuk apa gebrakan tersebut?

Sejumlah situs sejarah kerajaan Gowa yang tersebar di beberapa tempat dalam kota Sungguminasa, sampai kini menjadi momen kuat penarik wisatawan mancanegara maupun domestik. Namun sayangnya situs-situs itu, turun temurun pula dalam kondisi wajah yang begitu-itu saja. Ibarat yang menarik dari situs itu hanya obyeknya saja seperti fisik Istana Balla Lompoa, makam raja-raja Gowa diantaranya makam Sultan Hasanuddin, makam Syekh Yusuf, makam Arung Palakka serta sebuah masjid tua Katangka.
Di sekelilingnya tidak ada yang menarik perhatian, sehingga terkesan hanya menimbulkan rasa jenuh bagi wisatawan yang melihatnya. Membaca kehambaran itu, pemerintah kabupaten pun mulai membuka mata. Kini revitalisasi mulai dibidikkan kepada semua situs sejarah tersebut. Situs yang kokoh dengan tampilan kawasan yang indah menjadi motivator pemerintah kabupaten untuk melakukan perubahan suasana (tanpa merubah kondisi situs yang paten) dengan satu harapan akan menjadi penarik wisatawan ke Gowa.
Tahun 2009 ini, Pemkab pun memulai gebrakan revitalisasi itu, yakni pada kawasan Istana Balla Lompoa yang kini sudah menjadi museum sejarah serta tiga makam pahlawan (dua di antaranya makam pahlawan nasional) yakni Sultan Hasanuddin (raja Gowa ke XVI), Syekh Yusuf Tuanta Salamaka serta makam Arung Palakka. Lainnya adalah masjid tua Katangka. Masjid ini dibangun tahun 1603 semasa kepemimpinan raja Gowa, Sultan Alauddin.
Untuk rencana revitalisasi istana sudah dilakukan ekspose desain dengan rencana anggaran Rp 23 miliar sharing APBD kabupaten dan APBD provinsi. Sama halnya dengan bakal revitalisasi tiga makam dan masjid tua tersebut. Hanya saja, untuk revitalisasi makam dan masjid itu anggarannya belum diketahui dari provinsi, termasuk belum dilakukan ekspose. Eksposenya pernah dijadwalkan Pemkab Gowa, Senin (22/6) lalu, namun tertunda.
Menyikapi bakal dilakukannya revitalisasi sejumlah obyek wisata tersebut, Kadis Pariwisata Seni Kebudayaan Gowa, Rimba Alam Pangeran, Rabu (24/6) kemarin di kantornya menjelaskan, rencana ini sudah keluar sejak masih HSyahrul Yasin Limpo jadi Bupati Gowa dan rencana itu diperbaharui kembali H Ichsan Yasin Limpo, Bupati sekarang.
Kedepan nanti, kata Rimba, kelima situs ini diharapkan memberi nuansa kunjungan yang lebih tinggi terhadap wisatawan dan akan makin nampak satu kawasan khusus, di mana Sungguminasa betul-betul disulap menjadi kawasan bernuansa kota raja.
Sungguminasa, nantinya akan menonjolkan sebuah situs sejarah yang besar di zamannya. ''Kalau dulu kota ini syarat aktivitas orang kerajaan, maka sekarang setelah revitalisasi, yang dominan adalah aktivitas wisatawannya, artinya untuk mendatangi satu kawasan wisata situs sejarah ini ke tempat yang lainnya lagi, akan difasilitasi kendaraan khas zaman kerajaan dulu,'' kata Rimba. ((*))


0 komentar: