Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
8/12/2009 04:47:00 PM

20 Warga Diduga Keracunan Makanan

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SI) – Sebanyak 20 warga keracunan seusai menyantap makanan di sebuah pesta perkawinan di rumah Sampara Dg Buang, 45,warga Kecamatan Barombong,Kabupaten Gowa, Senin (10/8) malam, sekitar pukul 21.00 Wita.
Kejadian bermula saat warga disuguhi ayam goreng, sayur sup, dan acar.Warga mulai menyantap pukul 17.00 Wita, saat jamuan makan berlangsung.Meski demikian, gejala mual, pusing,muntah, dan diare baru dirasakan sekitar pukul 19.00 Wita. Sebagai antisipasi awal,masyarakat berinisiatif meminum air kelapa. Karena gejala awal tidak berhenti, pukul 21.00 Wita,warga ke RSUD Syekh Yusuf.
Kedelapan warga yang mendapat perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa,yaitu Basri Dg Pole, 37, warga Pattiro; Salwatiah, 40, warga Pattiro; Parawangsyah, 23, warga Kaledupaya; Fitriyani, 20, warga Kalegowa; Hatifah, 42,warga Kalegowa; Fadli,17,warga Jalan Pelita Taeng; Marhaeni, 25,warga Mangalli; serta Nurdin, 44,warga BTN Aura Pallangga. Informasi dari UGD menyebutkan, gejala pasien memang menunjukkan gejala keracunan dan sudah diberi tindakan medis awal berupa infus, obat antimuntah, dan Metaflamon.

Untuk mengetahui penyebab pastinya, masih menunggu hasil laboratorium atas sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi penderita. Menyikapi adanya laporan keracunan makanan, petugas Polsek Barombong dan Polresta Gowa langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Selain meminta keterangan pemilik pesta Sampara Dg Buang, aparat juga mengambil sampel makanan yang diduga mengandung racun untuk diperiksa Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulselbar.

“Bila terbukti ada makanan yang mengandung racun, kasus ini akan ditindaklanjuti. Kami juga mengharapkan warga bila menghadiri pesta perkawinan,makanan jangan langsung disantap.Tetapi, dimakan sedikit demi sedikit untuk memastikan makanan itu tidak mengandung racun. Biasanya, daging, baik sapi maupun ayam yang sudah membusuk, bisa mengandung racun,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Gowa AKP Agus Salim kemarin.

Dia memaparkan, kasus warga keracunan makanan di pesta perkawinan sering terjadi.Namun, belum ada yang menelan korban jiwa. “Sejauh ini pihak korban tidak ada yang mengajukan keberatan,” kata Agus Salim. (herni amir)


0 komentar: