Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
8/06/2009 08:28:00 PM

Distamben Perketat Pengawasan

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Maraknya penambangan liar bahan galian C di Kabupaten Gowa membuat Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) memperketat pengawasan. Khususnya di wilayah Taipale’leng, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga.

Kepala Distamben Gowa, Hairil Muin, menegaskan, selain melakukan pengawasan ketat setiap areal penambangan yang dicurigai melanggar, pihaknya kembali melakukan pengukuran ulang. "Saya memerintahkan bidang pengawasan tambang melakukan pengukuran ulang.
Bila memang terbukti melakukan aktivitas sudah tidak sesuai dengan izin peruntukan, maka penambang tersebut akan ditindak," kata Hairil, Rabu, 5 Agustus. Dia berharap kepada penambang agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum.
Misalnya, melakukan penambangan tanpa memiliki izin. Sedangkan bagi penambang yang ingin memperpanjang izinnya tidak diladeni apabila berada di dataran rendah yang dapat merusak lingkungan.
Namun demikian, kata Hairil, pihaknya juga tidak akan gegabah mengambil sikap. "Kami hanya memberi teguran, bila penambang melakukan kesalahan yang tidak terlalu fatal. Bila erpotensi dan mengakibatkan kerusakan lingkungan, maka aktivitas penambangan dapat dihentikan," kata Hairil. (rhd)



0 komentar: