Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
8/09/2009 12:23:00 AM

Kebocoran Dana Parkir di Gowa Tinggi

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Tingkat kebocoran pendapatan dana parkir di Kabupaten Gowa cukup tinggi. Ini disebabkan pengelolaan parkir masih terkesan amburadul. Sejumlah lokasi parkir dijaga tukang parkir liar.
Berdasarkan ketentuan, pengguna jasa perparkiran dibebankan retribusi Rp 500 sesuai angka tertera di karcis parkir. Namun, saat ini petugas parkir enggan menerima jika hanya diberi Rp 500. Sedang jika diberi Rp 1.000 kadang tidak ada kembalian.
"Memang saat ini pengelolaan jasa perparkiran di Kabupaten Gowa masih jauh dari harapan. Bahkan, pengguna jasa parkir sering diminta membayar retribusi parkir dengan jumlah melebihi yang ditetapkan dalam peraturan daerah,"ungkap Ketua Pemerhati Pelayanan Publik (P3G) Gowa, Muh Hatta, kemarin.
Menurutnya, kondisi ini diperparah sikap sebagian petugas parkir yang sengaja tidak memberikan potongan karcis kepada pengguna jasa parkir. Apalagi banyak terbuka kawasan parkir liar.
Dikonfirmasi per telepon, Kepala Dinas Perhubungan Gowa Tajuddin Nur mengatakan, dana parkir yang diterima dari setiap pengelola tidak semuanya disetorkan ke kas daerah. Dana parkir ada yang sebagian diambil juga oleh pemilik bangunan seperti toko, rumah sakit, dan supermarket.
"Target kita itu cuma Rp 50 juta dalam setahun. Sekarang sudah mencapai 30 persen. Kita optimis mampu mencapai target yang diberikan. Mengenai parkir liar saya akan turunkan tim untuk menelusuri itu," ungkapnya.(ute)



0 komentar: