Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
8/07/2009 05:58:00 PM

Produksi 100 Ribu Ton Chip Ubi Kayu per Tahun

Diposkan oleh tuGOWA

GUBERNUR Sulsel, H Syahrul YL menyatakan kebanggaannya dengan keberadaan dua pabrikasi bahan bakar nabati (bio-ethanol) berbahan baku ubi kayu yang dialokasi di Sulsel, yakni di Kab. Gowa dan Takalar. Pabrikasi yang dibangun PT EN3 Green Energy asal Korea Selatan ini berinvestasi Rp 62 miliar untuk dua IPPU (integrated post-harvest processing unit). Kamis (6/8) kemarin, kedua IPPU ini diresmikan pengoperasiannya.
HS Cho, Presdir dan CEO EN3 mengatakan, saat ini EN3 masih dalam tahap produksi bahan baku untuk bio-ethanol (chip ubi kayu) dan telah merealisasikan pembangunan dua unit pengolahan pasca panen terpadu yang mampu memproduksi chip ubi kayu (bahan baku) sebanyak 100 ribu ton per tahun (untuk dua IPPU). Satu unit terletak di Desa Nirannuang, Kec. Bontomarannu dengan luas lahan 3,9 hektare dan kapasitas produksi chip 25 ribu ton per tahun. Bahan bakunya berasal dari kebun EN3, mitra petani, pengumpul dan pembelian bebas (umum). IPPU Nirannuang ini mulai ujicoba Mei 2009 dan mempekerjakan tenaga kerja lokal 150 orang.
Sementara IPPU di Desa Cikoang, kec. Mangarabombang, Kab. Takalar menempati lahan seluas 3,6 hektare dengan kapasitas produksi chip 75 ribu per tahun dengan sumber bahan baku yang sama dan melibatkan 205 orang tenaga kerja lokal. Khusus untuk Takalar, mulai ujicoba September 2008.
HS Cho menambahkan, untuk perencanaan dan persiapan pembanguan pabrik utama yaitu pabrik bio-ethanol akan dimulai 2010 nanti di Sulsel dengan investasi 50 juta dollar AS.
Gubernur Sulsel, H Syahrul YL, mengatakan, Sulsel daerah yang paling strategis di Indonesia untuk berinvestasi. Sulsel masuk 6 terbaik di Indonesia saat ini. Hal itu ditunjang dengan keberhasilan Sulsel memibcu penurunan angka kemiskinan sebesar 7,86 persen, lebih tinggi dari upaya pemerintah Sulteng yang hanya mampu mencapai 7,4 persen saja. ''Sulsel itu sebenarnya tidak kalah dengan Korea dan Jepang. Semua potensi ada di Sulsel, tinggal kemauan saja yang perlu dipacu. Dan saya harap dengan keberadaan dua IPPU ini, mari bersama-sama kita jaga investasi yang masuk,'' ucap gubernur menitipkan amanah itu di pundak Kapolresta Gowa, AKBP Rudy Hananto.
Dikatakan H Syahrul, di Kab. Gowa terdapat 266 ribu hektare lebih luasan lahan penanaman ubi kayu, sedang di Takalar mencapai 20 ribu hektare. ''Meski potensi penanaman itu bagus, tapi kita tetap harus memperhatikan kerawanan-kerawanan daerah miring,'' terang gubernur.
Sementara itu, Paham Gultom mewakili Dirjen Migas ESDM mengatakan, peranan minyak bumi sebagai energi mulai berkurang 20 persen dari konsumsi saat ini. Karena itu, dalam rangka percepatan penyediaan bahan bakar nabati, menteri telah menyiapkan alternatif bahan bakar bersumber nabati takni bio-diesel dan bio-ethanol. Ini salah satu solusi menanggulangi kelangkaan fosil.
Sebelum meninjau proses pengolahan dalam pabrik, Gubernur H Syahrul YL bersama Wabup Gowa, H Abd Razak Badjidu, Marwah Daud Ibrahim, Paham Gultom serta jajaran direksi PT EN3 Green Energy serta jajaran Deputy Mensekneg, Deputy Ketua BKM Pusat Jakarta serta perwakilan Ditjen Migas ramai-ramai menekan tombol tanda peresmian IPPU Gowa dan Takalar di Nirannuang. ((*))


0 komentar: