Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
8/11/2009 08:22:00 PM

Sudah Antre, Mahal Pula

Diposkan oleh tuGOWA

PALLANGGA -- Dampak berkurangnya pasokan minyak tanah (mitan) ke Kabupaten Gowa mulai dirasakan masyarakat. Mereka harus rela melakukan antrean panjang pada beberapa agen resmi dan pengecer untuk membeli mitan.
Selain harus antre, warga membeli dengan harga cukup tinggi. Di tingkat agen dan pengecer, minyak ditanah dijual Rp 8.000 per liter. Ancu, 38, warga Je’netallassa yang ditemui Fajar di salah satu agen mitan di Kelurahan Manggalli, Kecamatan Pallangga, mengaku membeli mitan satu liter seharga Rp 8.000
Padahal, pekan lalu, dia masih membeli mitan Rp 3.300 per liter. "Lonjakan harga sangat tinggi," kata Ancu, Senin, 10 Agustus.

Hal yang sama dialami Asih, 25, warga Desa Toddotoa, Kecamatan Pallangga. Dia mengaku harus mencari mitan hingga ke desa tetangga. Sebab pasokan minyak tanah tidak sampai ke agen yang ada di daerahnya.

"Sekarang biar minyak tanah mahal, tetap kita beli," ujar lirih.
Kelangkaan mitan di Gowa, menurut Nurliah 32, warga Desa Biringkaloro, telah terasa sejak satu bulan terakhir ini. "Sudah satu bulan terakhir ini, beli minyak tanah sulit. Harus antre dari pagi sampai siang," paparnya di tengah-tengah antre mitan di agen Desa Biringkaloro. (rhd)


0 komentar: