Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
8/11/2009 08:26:00 PM

Tak Gubris Surat Satpol, PKL Ditertibkan

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa mengambil tindakan tegas terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang banyak berjualan di pinggir jalan protokol Sungguminasa, Senin, 10 Agustus. Satpol PP menertibkan PKL tersebut karena surat pemberitahuan secara resmi sepekan lalu tidak digubris.
Fokus penertiban dilakukan pada sejumlah ruas jalan Kota Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu dan Pallangga. Sebanyak 36 personel Satpol PP dari kabupaten dan kecamatan “menyapu” empat unit gerobak penjual es kelapa muda di bilangan Jalan Agussalim serta satu unit kios semi permanen yang baru dibangun pemiliknya beberapa hari lalu.Satpol PP di bawah koordinasi Abdul Latif (Satpol PP kabupaten) dan M Safaat (Satpol PP Somba Opu) juga melakukan penyisiran di sekitar Lapangan Syekh Yusuf dan Jalan Mangka Dg Bombong. Menurut Latif, penertiban tersebut sebagai salah satu upaya Pemkab Gowa menata kota secara teratur dan indah.
"Ini juga mengantisipasi menjamurnya PKL di jalan-jalan poros menjelang Ramadan," katanya.
Daeng Ngitung, salah seorang PKL, pasrah gerobaknya diangkut truk dan dibawa ke kantor kecamatan untuk diproses.
Lelaki paruh baya yang tinggal di kawasan terminal lama Sungguminasa itu mengaku bersalah. Dia memang sudah mendapat peringatan dari Satpol PP, tapi tetap nekat berjualan di lokasi terlarang.
"Makanya, saya tidak protes saat petugas mengangkut gerobak saya. Cuma, sebagai orang kecil, kami minta kebijakan pemerintag agar ada kawasan khusus PKL," ucap Dg Ngitung. (rhd)

0 komentar: