Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/28/2009 07:07:00 PM

Biadab, Ayah Hamili Anak Tiri

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Seorang ayah bermoral bejat di Kecamatan Manuju, Gowa, tega menggauli anak tirinya hingga berbadan dua dan melahirkan. Baso (35), warga Dusun Bilamoncong, Desa Tamalatea, Kecamatan Manuju tega menghamili anak tirinya, Mr yang masih berusia sekitar 15 tahun.
Hubungan biadab itu baru terungkap setelah Mr melahirkan anak laki-laki. Ironisnya, bayi tak berdosa itu malah dibuang di di kebun belakang usai melahirkan, Jumat (25/9) lalu. Bayi itu ditemukan warga sekitar pukul 14.00 wita.
Warga yang menemukan bayi laki-laki malang itu, Dg Mangalle, langsung membawa bayi yang masih bernapas tersebut ke ponakannya, Dg Rabiah. Sontak penemuan bayi itu membuat heboh masyarakat Tamalatea.
Penemuan bayi di atas semak-semak itu kemudian dilaporkan oleh warga ke Kepolisia Sektor (Polsek) Manuju. Menerima laporan tersebut, polisi langsung ke lokasi penemuan untuk mencari jejak pembuang bayi tersebut.
Kepala Polresta Gowa AKBP Rudi Hanant mengungkapkan, berdasarkan laporan Kepala Polsek Manuju AKP Wahe, bayi itu dari rumah Rabiah kemudian dibawa ke bidan desa, Iswani, yang juga perawat di Puskesmas Manuju.
Usai menitipkan bayi itu di pihak puskesmas, kapolsek bersama sejumlah anggotanya disertai Danpos Ramil setempat lalu menuju lokasi penemuan bayi dan langsung melakukan olah TKP.
''Lama kami melakukan penyelidikan di sekitar TKP dan akhirnya ibu bayi terendus setelah melihat kondisi fisik yang lemah pada diri perempuan Mr. Mr kemudian kami bawa ke polsek untuk dimintai keterangannya. Mr pun mengakui bahwa dia yang melahirkan bayi tersebut, hanya saja ayah dari bayi itu ditutupinya. Dia hanya menangis," jelas Kapolsek AKP Wahe, Minggu (27/9).
Mr, jelas Wahe, baru mengakui siapa ayah dari bayi yang dibuangnya itu sekitar pukul pukul 10.00, Sabtu (26/9) lalu. Mr baru mengaku setelah ibunya berada di kantor polsek.
"Sambil menangis, Mr menyebut Dg Baso (ayah tirinya) yang telah menghamilinya secara paksa. Setelah kami kantongi identitas tersangka, kami pun meluncur ke rumahnya dan mengamankan Dg Baso," terangnya.
Ditangani Polresta
Dijelaskan, awalnya Dg Baso tidak mengakui tudingan tersebut. Tapi setelah dibujuk bahwa hukumannya akan lebih parah jika tidak mengaku dan ketahuan dengan berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan lainnya, maka sore harinya tersangka Dg Baso mengakui dirinya yang menghamili Mr.
Setelah kedua tersangka mengakui perbuatannya, tambah kapolsekta, keduanya pun langsung diantar ke Markas Polresta Gowa untuk diproses.
"Kami sudah serahkan kasusnya ini ke Polresta. Mr juga kami amankan karena melakukan tindakan membuang bayinya. Jadi dua-duanya menjadi tersangka,'' jelas Akp Wahe.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Agus Salim yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, untuk sementara baru tersangka Dg Baso yang diproses. Dg Baso akan diancam pasal 81 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2002.
Sedangkan Mr belum diproses dan masih berstatus sebagai korban. Khusus bayi korban,belum diambil alih penanganannya dan untuk sementara masih dititipkan di Puskesmas Manuju.(ute)

Bayi Masih Sehat
Hingga kemarin, kondisi bayi tersebut masih dalam perawatan pihak Puskesmas dan ditangani Bidan Iswany. Setelah menjalani perawatan intensif, bayi itu kini berbobot sekitar tiga kilogram dengan panjang sekitar 40 sentimeter.
''Bayi itu dalam kondisi sehat dan masih dititipkan di Puskesmas,'' terang Kepala Polsek Manuju AKP Wahe.
Camat Manuju Marzuki M yang dikonfirmasi mengatakan, selaku pemerintah kecamatan pihaknya telah menyampaikan kepada Polsek Manuju agar menangani kasus tersebut sesuai prosedur hukum.
''Setelah kami menerima laporan masyarakat, jajaran Tripika sudah turun ke lokasi,'' kata katanya.(ute)



0 komentar: