Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/25/2009 12:40:00 AM

Oknum TNI Diduga Pukul Warga

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Akibat kecelakaan lalu lintas yang sepele, keluarga Ridwan Dg Sirua di Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Borombong, Gowa, memilih pindah dari rumah kontrakannya, Kamis (24/9).


Sebelum pindah, puluhan warga melakukan penyerangan ke rumah yang baru sekitar enam bulan didiami keluarga Dg Sirua.
Informasi yang dihimpun Tribun di lokasi kejadian menyebutkan, penyeragan warga terhadap rumah Dg Sirua akibat adanya pemukulan yang diduga dilakukan Prada Reski Alam terhadap Mustari Dg Mangung, warga setempat.
Prada Reski yang baru saja lepas pendidikan di Rindam Pakkato adalah kerabat Dg Sirua. Peristiwa itu dipicu insiden kecelakaan di depan rumah Dg Sirua, sekitar pukul 09.00 wita. Saat itu, mobil sedan warna biru DD 696 N yang dikemudikan Dg Sirua baru kembali berbelanja.
Saat berada di depan rumah, mobilnya kembali dimajukan karena bagian belakang nyaris menabrak dinding pagar. Di saat bersamaan, muncul Dg Mangung mengendarai motor Honda Supra.
Diduga motor dan mobil terlibat persenggolan yang membuat Dg Mangung berhenti. Sempat terlibat percekcokan hingga akhirnya Prada Reski dan Pratu Supratman turun dari mobil. Prada Rusli disebutkan warga sekitar melakukan pemukulan terhadap Dg Mangung.
"Hal itulah yang membuat warga marah dan mendatangi rumah Dg Sirua. Rumah tersebut dilempari dan mobil petepete milik Dg Sirua dirusak," jelas Nurdin, salah seorang warga.
Menurut warga lainnya, saat itu sempat terjadi saling pukul hingga akhirnya Dg Mangung lari ke rumahnya namun dikejar.
Memukul Duluan
Dikonfirmasi di kediamanya di sela-sela kesibukannya mengangkut barang, Dg Sirua berdalih tidak ada pemukulan yang dilakukan dua kerabatnya itu. Ridwan malah mengaku terlebih dahulu dipukul oleh Dg Mangung.
"Saya yang dipukul terlebih dahulu di pipi kanan. Dia bilang pada saya, kalau dia adalah orang yang berpengaruh di kampung ini," katanya.
Setelah kejadian tersebut, sambung Ridwan, belasan keluarga Dg Mangung dengan mengendarai 10 motor mendatangi rumahnya. Setelah itu, lanjut dia, massa tersebut menghujamkan batu ke atas atap milik Ridwan.
"Tidak lama kemudian, datang lagi massa dari warga sini juga. Tidak hanya melempar rumah saya, tapi juga memukul saya," katanya.
Tidak puas dengan itu, lanjut Ridwan, massa yang telah tersulut amarah juga merusak mobil petepete DD 1789 JB miliknya yang terparkir di halaman rumah.
"Ban mobil saya diiris-iris. Kacanya dipecah. Bodinya juga diparangi," sebut Ridwan. Dia mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat peristiwa tersebut.
Atas saran warga dan pertimbangan keamanan, keluarga Dg Sirua memutuskan untuk meninggalkan rumah kontrakan itu. Keluarga Ridwan mengaku sementara akan ke rumah neneknya di Kecamatan Pallangga.(ute)

Petugas Bantu Evakuasi Barang
AKSI massa yang terjadi di Kelurahan Lembang Parang tidak menjadi anarkis karena kesigapan aparat kepolisian. Tidak lama setelah kejadian, sekitar 40 personel polisi dari Polsek Barombong dibantu dari Polresta Gowa dan anggota Denpom VII Wirabuana tiba di lokasi.
Sempat terjadi insiden saat kedua anggota TNI itu dievakuasi. Mobil polisi yang mengangkut sempat dilempari warga namun tidak berlangsung lama.
Kepala Polsek Barombong AKP Rahmat mengatakan, insiden tersebut berawal dari lakalantas antara Dg Sirua dan Dg Mangung. Dijelaskan, untuk meredam situasi Dg Mangung dibawa ke denpom untuk menjalani pemeriksaan.
Sedangkan Dg Sirua juga akan menyusul ke Denpom setelah barang-barang miliknya selesai dievakuasi. Hingga pukul 16.00 wita, proses evakuasi barang milik keluarga Dg Sirua masih berlangsung.
Proses evakuasi barang-barang tersebut turut dibantu aparat keamanan. Situasi terlihat mulai terkendali, namun massa di sekitar rumah tersebut masih bergerombol. Polisi dan anggota TNI juga masih terlihat disiagakan.(ute)


0 komentar: