Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/14/2009 07:11:00 PM

Warga Diminta Selektif Beli Daging

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Masyarakat diimbau untuk selektif saat membeli daging, baik itu pasar tradisional maupun di swalayan. Dengan selektif, kata dr Hery Gaffar, Kadis Kesehatan Gowa, memungkinan warga yang membelinya akan terhindar dari pembelian daging tak layak konsumsi.
Hal itu dikatakan dr Hery menyoal maraknya peristiwa keracunan makanan yang dialami ratusan warga baik yang lalu-lalu maupun peristiwa Jumat (11/9) dimana 122 warga di Bajeng keracunan makanan dos yang dibagikan keluarga Imran, warga BTN Sinar Bombong saat usai berbuka puasa.
Sebelumnya, sebanyak 20 warga keracunan makanan saat menghadiri pesta perkawinan di rumah H Sampara Dg Buang (45), warga Kec. Barombong, Senin (10/8) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Dari 20 warga yang keracunan, 8 diantaranya masuk rumah sakit dan sempat dirawat di UGD RSU Syekh Yusuf Sungguminasa.
Melihat banyaknya warga keracunan setelah mengkonsumsi masakan daging tak layak, maka Kadis Kesehatan Gowa, dr Hery Gaffar mengimbau masyarakat berhati-hati dalam memilih daging. Terjualnya daging tak sehat, salah satunya disebabkan banyaknya permintaan daging sehingga para pedagang daging juga melakukan berbagai upaya agar daging jualannya bisa laris,'' terang dr Hery.
Selain daging sapi atau kerbau, daging ayam juga dinilai kadang bisa dijual dalam keadaan tak layak. ''Makanya diimbau kepada masyarakat sebaiknya beli ayam dalam keadaan hidup sebelum dipotong. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya daging ayam potong yang sudah busuk tapi diawetkan dalam berbagai cara. Selain itu, jika memasak daging baik ayam maupun sapi, agar dimasak sampai matang betul baru dikonsumsi,'' harapnya.
Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Agus Salim yang dihubungi mengaku pihaknya sudah mengidentifikasi nama-nama warga yang diduga keracunan makanan. Pihak kepolisian belum memastikan jenis makanan yang beracun, namun sudah membawa sample (contoh) makanan yang dimakan warga. ((Sar))



0 komentar: