Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
10/20/2009 08:54:00 PM

Diduga Aniaya Murid, Guru Dilapor ke Polisi

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-Oknum guru Sekolah Dasar Inpres (SDI) Mangasa I, Kecamatan Sombaopu berinisial SY dilapor ke polisi oleh Fajar (murid kelas VI) dan Ramadhan (murid kelas V).
Kedua kakak beradik itu mengaku ditampar dan dicekik oleh SY.
Peristiwa pemukulan itu terjadi Kamis (8/10). Hanya saja, H Bustam selaku orangtua kedua korban baru melaporkan kasus tersebut ke Polsekta Sombaopu, Jumat(16/10).
Menurut Bustam, ikhwal terjadinya pemukulan diduga dipicu oleh perkelahian kakak beradik itu dengan teman sekolahnya bernama Alifiandi, murid kelas V. Cekcok dipicu hanya karena saling ejek. SY datang melerai dan menampar
Fajar.
Melihat kakaknya dikasari, Ramadhan menendang Alifiandi. Akibatnya, Ramadhan pun ikut mendapat perlakuan tak menyenangkan. Kedua kakak beradik itu tak masuk sekolah dua hari. Sementara itu, Kadis Dikorda Gowa, H Idris Faisal Kadir yang dikonfirmasi Senin (19/10) kemarin mengatakan, pihaknya tidak akan mencampuri tindakan kriminal yang dilakukan oknum guru. Dari dulu, kata Idris, pihaknya telah mewanti-wanti para kepala sekolah dan guru untuk menghindari tindakan kekerasan terhadap peserta didik. ''Untuk pembinaan, Dikorda akan
menangani, tapi untuk proses hukumnya, kami serahkan ke pihak berwajib,’’ kata Idris. Sementara itu Kepala SDI Mangasa I yang hendak dikonfirmasi kemarin, tak berhasil dimintai keterangan, termasuk oknum guru SY. ((Sar/R11))



0 komentar: