Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
10/14/2009 09:22:00 AM

KBIH Syekh Yusuf Soroti Kandepag Gowa

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-Ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Syekh Yusuf Sungguminasa gelisah menjelang pemberangkatan haji tahun ini. Pasalnya, dalam manasik bersama yang digelar Depag Gowa, Selasa (13/10) kemarin di Masjid Agung Syekh Yusuf, sejumlah CJH terkena pengaturan kloter yang justru terpisah dari kelompok bimbingannya.
'Kami takut saat berada di tanah suci nanti tidak bisa beribadah dengan baik, karena kami terpisah dari kelompok. Kami masuk bimbingan karena mau dibimbing agar bisa melaksanakan ibadah haji tanpa hambatan,'' kata seorang anggota bimbingan KBIH Syekh Yusuf.
Di antara anggota KBIH Syekh Yusuf yang terpisah kloter di antaranya dua pasang suami istri (pasutri) yakni A Bustani Ilyas bin A Ilyas (dosen UIN) dengan Ny Musafira binti Said (pegawai Pengadilan Agama Sungguminasa).
CJH itu terpisah dari muhrimnya karena beda kloter. Pasangan lain yang juga terpisah adalah, Hasanuddin Jarre bin Guci dengan Ny Salewati binti Baciko, warga Pallangga.
H Faisal Hijaz, pembimbing KBIH Syekh Yusuf mengatakan, sistem pengaturan yang dilakukan Depag sangat menyulitkan posisi para CJH. CJH bimbingan Syekh Yusuf akan lepas dari jalur bimbingan KBIH yang menaunginya.
Dikatakan Faisal, bimbingan KBIH Syekh Yusuf berjumlah 202 orang. Awalnya sudah ada pengaturan satu kloter utuh yakni kloter 3. Sejumlah CJH KBIH Syekh Yusuf ini disatukan di Kloter 24. ''Masa jamaah kami yang jumlahnya memenuhi syarat utuh tapi malah dipisah. Jamaah itu mau dibimbing, makanya warga itu cari KBIH. Kenapa mesti terpisah,'' kata Faisal.
Berdasarkan data kloter, untuk Gowa, ada satu kloter utuh yakni kloter 3 dengan jumlah CJH 355 orang. Kloter 24 berjumlah 158, kloter 36 sebanyak 70 orang.
Sementara itu, Kakandep Agama Gowa, H Ahmad Muhajir yang dikonfirmasi melalui bagian urusan haji, H Baharuddin M mengatakan, sistem pengaturan kloter diatur pusat dan pengaturan selanjutnya diatur daerah (Depag). Ditanya soal adanya pemisahan, Baharuddin hanya tersenyum sambil berlalu. ((Sar-R11))


0 komentar: