Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
10/22/2009 06:56:00 PM

Puluhan Hektar Hutan Pinus Terbakar

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM—Puluhan hektare hutan pinus di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, sejak 17.00 Wita hingga Minggu (19/10) terbakar. Kebakaran terjadi di tiga titik. Rinciannya, 5 hektar di Paranglampere, Kelurahan Bulutana dan 2 hektare di Kelurahan Pattapang. Selebihnya di kawasan hutan gunung Bawakaraeng sekitar pos 12.
Api baru bisa dipadamkan setelah tim gabungan Dinas Kehutanan, Perkebunan Gowa bekerjasama Pengamanan Swakarsa Kehutanan diperkuatpersonel RPH (Resort Polisi Hutan), tenaga polisi hutan, petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel turun tangan.
Kepala Bidang Pengembangan Penertiban dan Perlindungan Hutan, M Ramli Abbas kepada BKM Rabu (21/10) mengatakan, pihaknya baru kembali ke Sungguminasa sekitar pukul 24.30 Wita. Ia meninggalkan lokasi setelah api betul-betul padam. Ramli sangat berterima kasih kepada dua armada pemadam kebakaran milik Manggala Agni di ParangloE yang ikut terjun ke lokasi kebakaran.
''Kami belum mengetahui apa penyebab kebakaran hutan. Untuk sementara, kami menduga kobaran api berasal dari aktivitas pembakaran rumput warga yang ingin membuka ladang baru. Kami masih menginventarisir jumlah pohon pinus serta luasan lahan yang terbakar. Untuk kawasan hutan di gunung Bawakaraeng, masih ada titik api yang belum bisa dipadamkan karena medannya sulit ditembus,’’ kata Ramli.
Dua wilayah hutan yang terbakar masuk dalam Taman Wisata alam (TWA) Malino. Di dua lokasi itu, kebakaran cepat terkendali lantaran tim Manggala Agni bersama masyarakat sekitar membuat
terasering basah untuk mencegah melebarnya api.
‘’Yang jelas, setiap hektar kawasan hutan normalnya ada 550 pohon. Kami masih melakukan pemantauan,’’ kata Ramli.
Ia menambahkan, pengawasan hutan sudah maksimal. Namun, salah satu kelemahan pengawasan hutan seluas 63.099 hektare itu karena kurangnya personel.
''Idealnya, petugas kehutanan yang bisa disebar melakukan pengawasan sekitar 300orang,’’ katanya. ((Sar-R11))


0 komentar: