Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
11/28/2009 12:37:00 AM

Accera Kalompoang dan Revitalisasi Balla Lompoa

Diposkan oleh tuGOWA

PROSESI adat pencucian benda-benda pusaka kerajaan Gowa atau dikenal dengan nama accera kalompoang tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hajatan tahunan setiap 10 Dzulhijjah atau bertepatan hari raya Iduladha dilaksanakan di sela-sela revitalisasi Kawasan Balla Lompoa.
Bupati Gowa IchsanYasin Limpo pada kesempatan Accera Kalompoang tahun ini berkesempatan memaparkan rencana revitalisasi Balla Lompoa di hadapan keluarga besar Kerajaan Gowa dan undangan yang memenuhi Balla Lompoa, Jumat (27/11) kemarin.
Balla Lompoa akan menjadi rumah kayu terbesar di dunia. Kawasan seluas sekitar 2,6 hektare itu bakal menjadi obyek wisata sejarah terindah dan terintegrasi dengan makam Sultan Hasanuddin dan makam Syekh Yusuf di Pallantikang. Dijadwalkan rampung tahun 2010 mendatang.
Mengapa terbesar? Luas bangunan nantinya sekitar 3.202 meter persegi. Luas Balla Lompoa 963 meter persegi ditambah Istana Tamalate 1.615 meter persegi dan tambahan 390 meter persegi dan bangunan pendukung 308 meter persegi.
Prosesi Pencucian
Upacara adat Accera Kalompoang tahun ini merupakan hajatan Keluarga Besar Brigjend Purn Andi Oddang. Kegiatan telah diawali sehari sebelumnya, Kamis (26/11), dengan prosesi pengambilan air bertuah dari sumur bertuah (bungun lompoa) yang terletak di kompleks makam Sultan Hasanuddin, sekitar 500 meter dari Balla Lompoa.
Prosesi itu dinamakan allekka je'ne. Kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban atau ammolong tedong. Malamnya, dilanjutkan dengan upacara appidalleki atau melakukan persembahan sesajen kepada leluhur.
Puncaknya dilaksanakan pada hari Idul Adha, 10 Dzulhijjah, kemarin. Sebanyak 15 jenis benda-benda pusaka Kerajaan Gowa yang tersimpan di Balla Lompoa dicuci menggunakan air bertuah yang telah diambil sehari sebelumnya. Proses ini bernama allangiri kalompoang.
Air bertuah yang telah diambil beserta darah kerbau dan sesajen lainnya diletakkan di atas panggung allangiri. Kemudian pencuci benda pusaka itu yang berjumlah tujuh orang dan dipimpin Andi Syamsudin A Idjo.
Satu per satu benda-benda pusaka kerajaan dikeluarkan dari bilik kalompoang (kamar penyimpanan). Kemudian selanjutnya dilakukan pencucian dengan asap dupa dan air sumur bungun lompoa.
Pencucian dimulai dengan membersihkan salokoa atau mahkota raja. Konon, mahkota itu terbuat dari emas murni seberat 1.768 gram dan ditaburi sekitar 250 permata. Berturut-turut benda-benda pusaka lainnya seperti sundanga (senjata sejenis parang), ponto janga-jangaya (gelang emas berbentuk naga), dan sebagainya.
Ritual ini ditutup dengan pemeriksaan prosesi attitele atau pelepasan hajat oleh pelaksana ritual dan pemeriksaan benda-benda pusaka oleh pemangku adat Andi Makmun Bau Tayang Karaengta Bontolangkasa dan Bupati Ichsan.
Prosesi attitele dilakukan seluruh keluarga anak Yasin Limpo yang hadir. Selain itu, Andi Darussalam dan keluarga Andi Besse Manggabarani ikut melakukan prosesi ini.(muhtar muis)

pusaka dibersihkan
- Salokoa (mahkota raja)
- Sudanga (senjata sejenis parang)
- Pannyanggaya (tombak)
- Lasippo (parang)
- Tatarapang (sejenis keris emas)
- Ponto janga-jangaya (gelang)
- Kolara (rantai)
- Bangkarak Ta'roe (seperti anting-anting)
- Kancing gaukang (kancing dari emas)
- Tobo Kaluku (sejenis emas, perlengkapan upacara kerajaan)
- Mata tombak
- Cincin gaukang (cincin dari emas murni)
- Berang manurung (sejening parang panjang)
- Penning emas (pemberian Kerajaan Inggris)
- Medali emas (pemberian Kerajaan Belanda)


0 komentar: