Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
11/23/2009 08:33:00 PM

Anak Ketua DPRD Terancam Dijemput Paksa

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM—Ww, direktur CV Gaya Alam yang juga putra Ketua DPRD Gowa, H Ansar Usman, terancam dijemput paksa petugas Polresta Gowa, besok, Rabu (25/11), jika tidak juga memenuhi panggilan Polresta Gowa yang keempat kalinya. Ww dipolisikan karena diduga melakukan tindak penipuan. Korbannya sekaligus yang melaporkan Ww ke Polisi adalah Andi Taufan Oddang, Kabag Program Setkab Gowa.

Andi Taufan kepada BKM, Senin (23/11) kemarin siang mengatakan, dirinya terpaksa melaporkan Ww karena kesabarannya sudah diambang batas. Andi Taufan mengakui, dirinya sudah dua kali ditipu Ww. Kasus pertama, cerita Andi Taufan, dirinya sempat membantu menfasilitasi Ww dengan pemilik took bahan bangunan di Makassar bernama Denny di Jl Yos Sudarso lantaran Ww minta bantuan untuk pengadaan material guna menyelesaikan rehab Pesanggarahan Malino yang dikerjakannya tahun 2008.

Ww diberi kemudahan oleh pemilik toko dengan diberikan material hingga seharga Rp 87,5 juta dan menjadi Rp 100 juta termasuk ongkos tukang. Ww juga menyimpan dua lembar cek sebagai jaminan pembayaran. Namun hingga dana proyek lanjutan itu cair, Ww menghilang. Ironsinya, dua lembar cek yang diberikan ke Denny, juga cek kosong. Kecewanya Denny, karena Ww diketahui sempat mencairkan dana proyek tersebut sebesar Rp 285 juta di Bank PT Sulsel.

‘’Saya malu sekali, kepercayaan yang saya bina dengan Pak Denny pupus karena ulah yang bersangkutan. Saya sudah temui ayahnya (Ansar Usman) namun beliau juga angkat tangan. Menurut Pak Ketua DPRD, biarkan anaknya bertanggung jawab atas ulahnya sendiri,’’ kata Andi Taufan.

Andi Taufan juga mengatakan selain kasus tersebut, dirinya juga melaporkan Ww kasus lain namun tetap berindikasi penipuan. Andi Taufan menjelaskan, meski Ww telah berulah sebelumnya namun karena kasihan, suami Dewie Yasin Limpo ini tetap memberikan kesempatan kepada Ww.

‘’Waktu itu saya beri anak itu SK PNS saya untuk jadi jaminan di sebuah koperasi depan Polresta Gowa. Di koperasi itu, dia mengambil kredit Rp 11,6 juta dengan janji, akan mengembalikan uang itu dalam empat hari. Tapi hingga tahun berganti, yang bersangkutan tidak menepati janjinya. Makanya terpaksa saya melapor ke Polresta Oktober lalu dengan dua kasus untuk dia. Saya betul-betul ditipu. Dan saya sudah cek ke penyidik, tanggal 20 Nopember sudah dibuatkan surat penahanan,’’ beber Andi Taufan.

Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Agussalim yang dikonfirmasi via telepon, kemarin siang, mengaku Ww akan dijemput paksa berhubung sudah tiga kali mangkir dari panggilan Kepolisian. Ww kata Agussalim dikenakan Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan. ‘’19 Nopember lalu dia janji mau datang, tapi tidak juga. Makanya kita akan jemput paksa lusa (Rabu, red) jika tidak berniat baik memenuhi panggilan kami,’’ tandas Kasat Reskrim.

Sementara itu, Ketua DPRD Gowa, H Ansar Usman yang dimintai klarifikasinya terkait ulah anaknya itu, kemarin, mengatakan, dirinya tidak terkait dengan kegiatan anaknya. ‘’Kalau pun itu terjadi biarkan berjalan sesuai proses hukum,’’ ucap Ansar Usman singkat. Di lain pihak Ww yang berusaha dihubungi, tidak berhasil dikonfirmasi.(Saribulan/BKM)

0 komentar: