Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
11/05/2009 06:32:00 AM

Preman Resahkan Kompetisi Basket di Gowa

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Ulah premanisme kembali marak di Sungguminasa. Bahkan, aksi yang dilakukan kelompok anak muda yang sering mabuk-mabukan ini telah mengganggu panitia dan peserta turnamen basket yang diikuti sejumlah l\klub dari berbagai daerah.
Salah seorang steering committee Syekh Yusuf Basketball Competition, Muh Irfan Syarif (23), bahkan sempat dipukul kelompok preman yang di dalamnya dikenal salah seorang anak anggota polisi.
Irfan mengatakan, Selasa (3/11) malam saat pertandingan berlangsung sejumlah preman mabuk memasuki arena dan memukul Irfan juga sejumlah peserta basket berasal dari UNM. Irfan dipukul bagian kepala belakang hingga benjol, sedang atlet basket lainnya dipukul pakai helm.
Irfan mengaku salah seorang dikenal sebagai YP. Kejadian itu berawal, Kamis (29/10) lalu. Saat itu, YP memalak salah seorang panitia. Namun saat didatangi dan diminta tidak mengganggu, ia malah memanggil ayahnya yang diketahui sebagai anggota polisi.
Namun, saat itu, oknum polisi itu malah mengeluarkan revolver dan diarahkan ke panitia. ''Kami diacungi pistol yang tidak diarahkan ke angkasa. Ini kan bisa berbahaya jika tiba-tiba pistol itu diletuskan. Kami sebenarnya tidak mau ada masalah, karena kami ingin kompetisi basket ini bisa berjalan sukses. Saya sudah melapor ke Polresta, namun laporan kami terkesan tak digubris," keluh Irfan, kemarin.
Kompetisi basket tersebut digelar Pemkab Gowa dalam rangka Hari Jadi Ke-689. Kegiatan ini dibina langsung Ketua Perbasi Gowa yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Sungguminasa Rudi Yulianto. Kegiatan berlangsung sejak tanggal 26 Oktober dan akan berakhir 7 November.
Namun, Irfan mengaku kegiatan ini terancam tidak bisa dilanjutkan. Tiga regu finalis telah menyatakan mengundurkan diri dengan alasan keamanan anggotanya. ketiganya tim basket UNM A, UNM B, dan Bastaf.(ute)




0 komentar: