Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/07/2009 07:03:00 AM

2010 Dam Bili-bili Dikeruk

Diposkan oleh tuGOWA

Tribun - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana mengoperasikan kapal keruk untuk mengangkat sedimen lumpur di dasar Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa, pada 2010. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel Soeprapto Budisantoso di Makassar, Sabtu (5/12), mengatakan, ada satu unit kapal disertai dengan alat pendukung kapal.
Menurutnya, dana pengoperasian kapal tersebut diharapkan bersumber dari bantuan pemerintah Jepang yang saat ini dalam tahap pembicaraan.
"Tahun ini pemerintah tengah menyusun konsep pengerukannya termasuk estimasi biaya yang digunakan. Kita berharap, 2010 mendatang sudah bisa direalisasikan," katanya seperti dilansir Antara.
Terkait kondisi penampungan material longsor Gunung Bawakaraeng di daerah aliran sungai (DAS) Jeneberang, Kabupaten Gowa, saat ini lima sabo dam tidak berfungsi maksimal sebab telah dipenuhi lumpur yang terbawa air.
Menurutnya, kendati pemerintah telah menambah 10 sabo dam baru, hal itu dirasa belum cukup. Karena selain material lumpur di bagian hulu masih besar, sabo dam tersebut juga hanya bisa menahan material berupa pasir dan batuan.
Sementara material halus seperti lumpur tetap masuk ke areal bendungan Bili-bili yang mengakibatkan sedimentasi semakin parah. Sedimen itu menyebabkan berkurangnya daya tampung air bendungan.
"Selama ini, kami hanya melakukan pengerukan pasir dari bantaran Sungai Jeneberang untuk memperlambat efek sedimentasi yang lebih parah," ujarnya



0 komentar: