Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/07/2009 07:07:00 AM

Kekeruhan Meningkat, PDAM Siapkan Antisipasi

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA, TRIBUN - Memasuki musim hujan di Kabupaten Gowa, tingkat kekeruhan air di Sungai Jeneberang yang menjadi sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar dan Gowa, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan kondisi musim kemarau lalu.
Peningkatan kekeruhan air baku tersebut karena sedimen lumpur longsoran Gunung Bawakaraeng mulai terseret arus air sungai. Tingkat kekeruhan telah mencapai sekitar 200-300 nephelometric turbidity unit (NTU, satuan kekeruhan air).
Direktur Utama PDAM Gowa Hasanuddin Kamal mengatakan, tingkat kekeruhan air normal pada kisaran 200-250 NTU.
Namun demikian, menurutnya, tingkat kekeruhan tersebut masih tergolong normal untuk wilayah Gowa.
PDAM Gowa telah terbiasa dengan angka tingkat kekeruhan yang tinggi. “Kita anggap itu masih normal. Tapi harus diakui,
angka tersebut tergolong tinggi bila dibandingkan dengan standar nasional,” jelasnya akhir pekan lalu.
Diperkirakan, jika puncak curah tertinggi tingkat kekeruhan air bisa mencapai 1.000- 7.000 NTU atau dalam kondisi
siaga satu. Makin deras aur sungai menyerat sedimen lumpur, maka kekeruhan akan makin tinggi di Sungai Jeneberang..
“Jika itu terjadi, maka akan berakibat pengeluaran cost (biaya) yang tinggi dengan membeli bahan kimia magna flog untuk
mereduksi lumpur dari air. Bahan kimia untuk penjernihan ini aman untuk digunakan namun biayanya cukup mahal. Saat ini
saja penggunaan sudah meningkat 10-20 persen dari biasanya,” tambah Ketua DPD Perpamsi Sulselbar ini.
Hasanuddin berharap pada musim hujan tahun ini, tidak ada longsoran baru di kaldera Bawakaraeng.Sehingga tingkat kekeruhan
air baku tidak melebihi dari angka 400 NTU.(ute)



0 komentar: