Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/01/2009 07:53:00 PM

Pancaroba, Waspadai DBD dan Diare

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gowa menggencarkan sosialisasi untuk mewaspadai penyakit-penyakit berbasis lingkungan, seperti demam berdarah dengue (DBD), diare, dan tipoid, memasuki musim hujan ini.
Kepala Sub Dinas Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Gowa, Abidin Yaman, mengaku berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pancaroba sangat rentan masyarakat terserang penyakit berbasis lingkungan.
Menurutnya, perubahan cuaca membuat penyebaran penyakit berbasis lingkungan itu meningkat, khususnya DBD dan diare. Karenanya ia meminta diminta senantiasa menjaga perilaku hidup sehat dn menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.
"Kita khawatir mulai bulan ini penyebaran penyakit berbasis lingkungan meningkat. Hujan sudah mulai turun. Berdasar pengalaman-pengalaman tahun-tahun sebelumnya, puncak DBD antara Desember hingga Maret," kata Abidin saat dihubungi per telepon, Senin (30/11).
Hal tersebut, jelasnya, karena curah hujan cukup tinggi. Nyamuk Aedes Agepty selaku penyebar virus DBD mudah berkembang biak. Di mana-mana terdapat genangan air yang menjadi tempat bertelurnya nyamuk dengan ciri berbintik-bintik hitam tersebut.
Hingga saat ini, katanya, belum ada laporan dari daerah lain kasus DBD. "Belum ada laporan dari puskesmas terkait DBD. Kita hanya berharap masyarakat senantiasa menjaga kebersihan lingkungan," jelasnya.
Pemetaan daerah
Abidin mengungkapkan, sejauh ini dinkes sudah melakukan pemetaan berdasarkan daerah endemic, sporadis, dan daerah yang dinyatakan bebas DBD. Untuk daerah umumnya berada di daerah dataran rendah, seperti Kecamatan Somba Opu, Bontomarannu, dan Pallangga (lihat Waspada DBD).
"Semua daerah yang dinyatakan bebas adalah wilayah yang terletak di dataran tinggi," jelasnya.
Karenanya, Dinkes Gowa sudah megambil beberapa langkahpreventif dimana semua Puskesmas terutama yang masuk daerah sporadis dan endemic meingkatkan sosialisasi ke masyarakat untuk meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat, pembagian bubuk abate, dan penyediaan fogging jika memang diperlukan.(ute)

Perilaku Hidup Bersih untuk Pencegahan
UNTUK melakukan maraknya penderita DBD dan diare, Kepala Sub Dinas Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Gowa, Abidin Yaman, mengaku telah meminta puskesmas meningkatkan frekuensi sosialisasi kepada masyarakat agar senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat.
"Dianjurkan bersihkan lingkungan masing-masing jangan sampai ada genangan air di sekitar lingkungan. Minimal satu kali satu minggu dibersihkan tempat penyimpanan air di rumah tangga," jelasnya.
Masyarakat juga diharapkan turut menjaga kesehatan lingkungannya agar jumlah penderita bisa dikurangi. Bila menemukan anak dengan tanda-tanda mendadak panas tinggi sebaiknya segera diperiksakan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Demam berdarah dapat dikenali dengan munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Kadang terjadi pendarahan di hidung, muntah atau berak darah, sering nyeri di ulu hati, serta tangan dan kakinya mendadak dingin jika sudah parah.(ute)

* Gejala
- Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari
- Tampak bintik-bintik merah pada kulit
- Kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan)
- Mungkin terjadi muntah atau berak darah
- Sering terasa nyeri di ulu hati
- Bila sudah parah, penderita gelisah, tangan dan kakinya dingin, serta berkeringat.

* Pertolongan Pertama
- Memberi minum sebanyak mungkin
- Kompres dengan air es
- Beri obat turun panas
- Selanjutnya penderita segera dibawa ke dokter/puskesmas terdekat untuk diperiksa

* Pemetaan daerah dbd
- Endemis: Kecamatan Somba Opu, Bontomarannu, Pallangga, Barombong, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo, Bontonompo Selatan
- Sporadis: Kecamatan Pattallassang, Parangloe, Manuju
- Bebas: Kecamatan Bungaya, Biringbulu, Tompobulu, Bontolempangan, Parigi, Tinggimoncong, Tombolopao


0 komentar: