Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/15/2010 07:06:00 AM

Kekeruhan Air Baku PDAM Capai 6.000 NTU

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Cuaca ekstrem dua pekan terakhir di hulu Sungai Jeneberang mulai mengkhawatirkan sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gowa. Kekeruhan yang semula hanya bergerak di kisaran dibawah 1.000 nephelometric turbidity unit (NTU, satuan kekeruhan air).
Sejak akhir pekan lalu, kekeruhan meningkat drastis akibat pergerakan lumpur longsoran Gunung Bawakaraeng ke waduk Bilibili, Pada Minggu (10/1), kekeruhan air baku PDAM mencapai 6.000 NTU.
"Pada pukul 12.00 tadi siang kemarin), kekeruhan turun dan bergerak dikisaran 4.000 NTU," ungkap Direktur Hasanuddin Kamal per telepon kepada Tribun, Kamis (14/1).
Namun, Hasanuddin masih berani menggaransi air bersih ke pelanggan masih normal. Pengalaman mengelola air bercampur lumpur sejak tahun 2004 lalu membuat PDAM selalu menyiapkan langkah antisipasi.
"Selama tingkat kekeruhan masih pada batas toleransi, maka suplai ar bersih ke pelanggan tetap lancar. Kalau kekeruhan sudah mencapai 7.000-10 ribu NTU, maka suplai baru terganggu," jelas Hasanuddin.
Menurutnya, untuk menekan tingkat kekeruhan air tersebut, pihak PDAM menggunakan bahan kimia bernama magna flog. Penggunaan magna flog saat ini sudah meningkat sekitar 40-50 persen dari keadaan kondisi air normal, yakni 200-300 NTU.
Dalam kondisi normal biaya produksi hanya Rp 1.960,25 per meter kubik. Sementara magna flog yang digunakan hanya satu meter kubik per hari.
Tambah Personel
Ketua DPD Persatuan Perusahaan Air Minum di Seluruh Indonesia (Perpamsi) Sulsel dan Sulbar ini mengungkapkan, dengan kondisi ini, pihaknya sudah menambah personel untuk bersiaga selama 24 jam.
Personel tersebut membantu operator di semua unit pengolahan air bersih dan terus memantau kondisi air baku. Ia juga meminta petugas PDAM untuk tidak tenang dan senantiasa melakukan pemantauan, khususnya petugas di instalasi kota kecamatan (IKK).(ute)



0 komentar: