Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/08/2010 07:22:00 AM

Demam Derdarah Dengue Mewabah

Diposkan oleh tuGOWA


Demam berdarah dengue (DBD) yang mewabah, khususnya di musim hujan ini, mulai menelan korban jiwa. Sedikitnya dua bocah dilaporkan meninggal akibat penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Agepty itu dalam sebulan terakhir
Masing-masing Riska Andini (5), warga Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, dan Anfitra (4), warga Dusun Taipajawaya, Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo. Informasi yang dihimpun, Anfitra meninggal di RSUD Padjonga Takalar setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas Bontonompo.
Dikonfirmasi terpisah, Kasubdin Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gowa Abidin Yaman membenarkan kejadian tersebut. Untuk menghindari jatuhnya korban lain, katanya, dinkes bekerja sama dengan puskesmas telah melakukan sosialisasi, penyuluhan, dan pengobatan.
"Kalau melakukan fogging atau penyemprotan itu tergantung kasusnya. Namun itu sebagai langkah terakhir karena menggunakan bahan kimiawi beracun. Saat ini bahan fogging memang sudah habis dan sudah tidak dianggarkan lagi," ungkap Abidin kepada wartawan, kemarin.
Dijelaskan, Kabupaten Gowa merupakan daerah endemis penyebaran penyakit berbasis lingkungan tersebut. Karenanya, Dinkes me-warning masyarakat terhadap kemungkinan tingginya penyebaran DBD di wilayah ini.
"Ini berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Penyebaran DBD mulai mewabah antara November hingga bulan Februari. Di bulan-bulan inilah menunjukan jumlah peningkatan pasien yang berarti," terang Abidin.
Hal tersebut menurut Abidin, di bulan-bulan ini merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi sehingga menjadi puncak jumlah pasien DBD tertinggi. Apalagi, DBD merupakan salah satu penyakit berbasis lingkngan.
Sehingga, di musim hujan yang deras, frekwensi penyebaran virusnya akan cepat karena di mana-mana terdapat banyak genangan air

Pemetaan Daerah Edemin
DIKONFIRMASI terpisah, Kasubdin Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinkes Gowa Abidin Yaman mengungkapkan, sejauh ini dinkes sudah melakukan pemetaan berdasarkan daerah endemic, sporadis, dan daerah yang dinyatakan bebas DBD.
Untuk daerah umumnya berada di daerah dataran rendah, seperti Kecamatan Somba Opu, Bontomarannu, dan Pallangga (lihat Waspada DBD). "Semua daerah yang dinyatakan bebas adalah wilayah yang terletak di dataran tinggi," jelasnya.
Karenanya, Dinkes Gowa sudah megambil beberapa langkahpreventif dimana semua Puskesmas terutama yang masuk daerah sporadis dan endemic meingkatkan sosialisasi ke masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, pembagian bubuk abate, dan penyediaan fogging jika memang diperlukan.(ute



0 komentar: