Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/18/2010 08:23:00 AM

Distamben Tutup 10 Tambang Liar

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Gowa menutup sedikitnya 10 penambangan tambang galian golongan C yang dikategorikan liar. Penambangan itu beroperasi di Kecamatan Pallangga.
Selain tidak memiliki surat izin penambangan daerah (SIPD), penambang juga menggunakan peralatan pompanisasi yang bisa merusak lingkungan. Rata-rata penambangan ini menyedot pasir di wilayah Bontoramba dan Kampili.
Penambangan liar yang berada di Dusun Balinappang, Desa Bontoramba, antara lain yakni Hasan Dg Situju (40), Syamsuddin Dg Rate (40), Yusuf Dg Bani (40), Sanusi Dg Sijaya (43), dan Dg Nyomba langsung menghentikan aktivitasnya setelah tim terpadu berada di lokasi tersebut.
Hal serupa juga terjadi bagi lima penambang liar di Kampili. Saat tim terpadu turun melakukan penertiban, aktivitas penambangan kelima usaha itu sedang berlangsung. Ada yang sudah melaksanakan usaha penambangannya sejak September 2009 lalu
Penambangan pasir yang dilakukan warga tersebut meresahkan masyarakat sekitar. Selain merusak lingkungan, keberadaan penambangan itu juga membuat jalan di daerah tersebut cepat rusak.
Tidak hanya sangat rawan menyebabkan longsor di sekitar areal penambangan tapi sejumlah bangunan juga sudah mulai retak karena tanah sekitarnya tergerus termasuk masjid dan Puskesmas terutama ruang UGD di Desa Kampili.
Ironisnya, hampir semua pengusaha tambang yang ditertibkan itu mayoritas bukan warga penduduk setempat. Kepala Distamben Gowa Hairil Muin didampingi Kabid Pertambangan Sutrisno mengatakan, ke-10 usaha penambangan itu langsung ditutup.
"Jika mereka masih beraktivitas pascamenandatangani surat pernyataan yang dibuatnya sendiri, maka tindakan tegas akan dikenakan kepada mereka. Khusus peralatan berupa pompanisasi yang mereka gunakan, kami tidak sita sebab saat dirazia mereka langsung mengaku salah dan menghentikan aktivitasnya tanpa dipaksa,'' ungkap Hairil.(ute)

Buat Surat Pernyataan
SAAT tim terpadu melakukan razia tambang liar, umumnya yang terjaring mengaku baru pertama kali melakukan aktivitas tersebut sehingga tidak tahu aturan. Setelah diberi peringatan keras, penambang tersebut diminta membuat surat pernyataan.
Dalam pernyataannya, mereka mengaku tidak akan mengulang mengulang aktivitasnya tanpa izin yang berdampak merusak lingkungan sekitarnya.
"Saya berjanji tidak akan mengulang usaha tambang saya ini lagi apalagi sanksinya cukup berat. Bukan hanya penyitaan alat-alat tapi akan diproses hukum," kata Dg Bani, salah seorang penambang yang sudah menutup aktivitasnya.(ute)



0 komentar: