Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/15/2010 07:55:00 AM

Lagi, Perampok Bersenpi Beraksi di Gowa

Diposkan oleh tuGOWA

BAROMBONG ---- Aksi perampokan yang menggunakan senjata api (Senpi) di kabupaten Gowa kian menggila. Hanya berselang dua hari kasus perampokan di Bank BNI Cabang Pembantu Gowa , terjadi lagi perampokan bersenjata di Barombong. Kali ini, korbannya adalah sebuah gudang pengasapan ikan di Desa Bontomanai, Kelurahan barombong, Kabupaten Gowa.
Informasi yang dihimpun Fajar dari Kepolisian Sektor (Polsek) Barombong disebutkan, kejadian itu terjadi sekira pukul 04.30, Minggu 14 Februari kemarin. Saat itu, penjaga gudang, Syamsuddin Daeng Beta menerima seorang tamu tidak dikenal.
Saat membuka pintu pagar, tamu itu langsung memukul bagian belakang kepala Syamsuddin. Syamsuddin yang saat itu jatuh, kemudian langsung disekap. Tangannya diikat, mata dan mulutnya pun ditutup.
Syamsuddin kemudian dimasukkan kedalam sebuah mobil. Sementara, kawanan perampok itu mengacak-acak isi gudang. Pintu utama gidang dikabarkan rusak akibat ulah perampok tersebut. Begitupun dengan laci meja kerja yang ada digudang tersebut.

Dalam keterangannya dikepolisian, Syamsuddin mengaku sempat ditodong dengan menggunakan senjata api. Beberapa orang lainnya juga terlihat memegang senjata tajam jenis parang. Syamsuddin mengatakan, jumlahnya antara lima sampai delapanm orang.

Kepala Kepolisian Sektor Barombong, AKP Andi Rahmat yang dikonfrimasi, Minggu 14 Februari kemarin membenarkan adanya kejadian itu. Dia mengatakan, sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Rahmat menambahkan, dalam keadaan tersekap, pelaku juga sempat membawa dengan menggunakan mobil. Kawanan perampok itu kemudian membuang Syamsuddin di areal persawahan yang merupakan wilayah perbatasan antara Barombong dan Makassar.

“Sayang, korban tidak mengetahui jenis mobil apa yang digunakan, karena sudah dalam keadaan tersekap,” jelas Rahmat.

Saat ditanya tentang jaringan perampokan yang terjadi di Bank BNI beberapa waktu lalu, Andi Rahmat mengaku belum bisa memastikan. Namun, menurutnya, modus yang dilakukan oleh perampok itu sama dengan yang terjadi di Bank BNI.

“Modusnya sama, mereka juga berkelompok dan menggunakan senjata api,” jelas Rahmat.(eka



0 komentar: