Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/05/2010 06:29:00 AM

Satu Bocah di Gowa Meninggal Akibat DBD

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA-RB. Setelah seorang bocah yang masih duduk dibangku taman kanak-kanak (TK) bernama Riska Andini (5), warga Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe meninggal akibat terserang penyakit demam berdarah dengue(DBD) beberapa waktu lalu, kini penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk aqedes agepty ini kembali menewaskan seorang bocah bernama Anfitra (4), warga Dusun Taipajawaya Desa Barembeng Kecamatan Bontonompo, Gowa.
Berdasarkan informasi dari salah satu keluarga korban, sebelum maut menjemput, anak dari Baharuddin Dg Tika ini sempat dirawat sejak hari Jumat (29/1) di Puskesmas Bontonompo II.
Namun karena kondisinya terus memburuk, akhirnya pada minggu pagi (31/1) pihak puskesmas merujuk bocah malang ini ke Rusah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pajonga Dg Ngalle, Pattalassang, Kabupaten Takalar atas permintaan orang tua korban sendiri.
Hanya saja takdir berkata lain, pada Rabu malam (3/2) akhirnya anak ke empat ini meninggal di rumah sakit plat merah milik Pemkab Takalar. Jasad korban dimakamkan di tempat pekuburan umum (TPU) setempat pada Kamis (4/2) siang.
Pihak Puskemas Bontonompo II yang di konfirmasi mengakui jika bocah tersebut sempat dirawat selama dua hari sebelum dirujuk ke rumah sakit di Takalar atas permintaan orang tua korban sendiri.
"Sejak hari Jumat anak ini kita rawat, namun karena kondisinya yang terus menurun, orang tuanya minta agar anaknya dirujuk saja ke rumah sakit di Takalar," kata Rahmatiah, Kepala Perawatan Puskesmas Bontonompo II yang dihubungi via selularnya, kemarin.
Menurut Rahmatiah, masalah ini juga sudah laporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten di Sungguminasa. Disamping itu, pihaknya juga sudah melakukan langkah pengcegahan agar penyakit ini tidak menyebar dengan melakukan abatesasi di rumah-rumah warga yang ada di wilayah itu.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Barembeng, Nurhadi Haris yang ikut dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Malah katanya, bukan hanya Anfitra saja yang terserang penyakit DBD itu, namun sejumlah bocah lainnya ikut terjangkit penyakit mematikan itu dan masih dapat tertolong, setelah di rawat di rumah sakit.
Mereka yang sempat dirawat di rumah sakit masing-masing, Cindra Riski (8). Cindra dirawat di RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa, Reina Kirani dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar serta satu bocah lainnya dirawat di Puskesmas.
Kini ketiganya sudah dinyatakan sembuh. Sementara tiga bocah lainnya masih kata Nurhadi masing-masing berawat jalan di rumah mereka masing-masing dengan mendapat penanganan medis dari bidan.
Nurhadi mengaku, banyaknya bocah di desanya yang terserang DBD, membuat pihaknya merasa prihatin. Iapun katanya meminta kepada Dinkes Kabupaten Gowa untuk dilakukan penyemprotan di wilayahnya agar penyakit ini tidak menyebar sehingga tidak memakan banyak korban. Namun permintaannya itu katanya, hingga saat ini belum mendapat respon, dengan alasan biaya penyemprotan itu cukup mahal. (k7).


0 komentar: