Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/26/2010 06:02:00 PM

Warga Ancam Pidanakan SALUT

Diposkan oleh tuGOWA

memalsukan tanda tangan kami dalam berkas dukungan. Padahal kami tidak pernah bertanda tangan sebelumnya,’’ kilah Syukur Jafar Dg Sikki, Kamis (25/2) pukul 14.00 Wita di kantor KPU Gowa.
Syukur datang ke KPU bersama 9 orang warga Dusun Sapta Marga, Desa Pannyangkalang, Kec. Bajeng. Mereka datang atas nama perwakilan masyarakat Pannyangkalang untuk mengklarifikasi dukungan mereka terhadap SALUT (Syaripuddin Tembo-M Lutfhy Yusuf), pasangan calon bupati Gowa jalur independen.
Menurut Syukur didampingi warga Sapta Marga tersebut, kedatangannya ke KPU sekaligus juga untuk mencabut dukungan untuk SALUT, karena mereka mengaku tidak pernah mengajukan dukungan untuk calon independen yang telah menyerahkan 32.000 dukungan masyarakat ke KPU 16 Pebruari lalu.
‘’Pasalnya, tanda tangan kami dipalsukan. Tim SALUT ini mengambil data kami pada DRT (data rumah tangga) yang tersimpan di kantor desa,’’ terang Syukur yang mengaku setelah mengklarifikasi ke KPU akan melanjutkan pelaporannya ke pihak berwajib untuk proses hukum.
Hal itu dibenarkan Sitti Hamsiah (juga warga Sapta Marga). Kepada wartawan di KPU, Hamsiah mengatakan, selama ini dirinya belum tahu mau mendukung bakal cabup siapapun. ‘’Seandainya tim SALUT datang baik-baik ke saya dan minta dukungan, mungkin saya akan bertanda tangan. Tapi tolong jangan rampas hak saya itu dengan memalsukan tanda tangan saya tanpa pernah menemui saya,’’ ucap Hamsiah mengaku belum tahu siapa yang akan didukungnya kelak pada Pemilukada nanti.
Hal senada dikatakan Saharuddin Tiro, warga lainnya. Lelaki berpostur agak kurusan ini, mengaku dia dan keluarganya (satu rumah) didaftar telah mendukung SALUT tanpa diketahuinya. Ironisnya, bentuk dukungannya itu ditandai dengan cap jempol saja, bukan tanda tangan.
‘’Saya baru tahu hak saya dikebiri setelah melihat daftar dukungan saat verifikasi dilakukan PPS untuk calon independen ini. Ternyata saya lihat pada nama saya tertera tanda cap jempol,’’ aku Saharuddin Tiro.
Dikatakan Saharuddin Tiro, di Pannyangkalang terdiri dari 7 dusun yakni Dusun Balla Parang, Kampung Beru, Ciniayo, Sapta Marga, Bilaya, Romang Tobang dan Pa’bundukang. ‘’Dari tujuh dusun ini, rata-rata warganya dipalsukan tanda tangannya dan mereka memprotes,’’ kata Saharuddin Tiro sebelum menuju Mapolresta Gowa untuk melaporkan pemalsuan tanda tangan tersebut.
Sementara itu, anggota KPU yang menerima kedatangan warga Pannyangkalang ini yakni Sudirman, Syarifuddin Kulle didampingi Mustafa Gani (sekretaris KPU) dan Abdul Hae (staf KPU) memberikan kesempatan kepada warga yang ingin mencabut dukungan terhadap calon independen. ‘’Kalau anda (warga) merasa keberatan, maka silakan mengisi formulir menolak dukungan. Dan silakan mengambil formulir itu di PPS desa setempat,’’ kata Sudirman seraya mengatakan untuk masalah ini, KPU hanya melakukan pemeriksaan secara administrasi sedang untuk faktualnya KPU serahkan ke PPS masing-masing untuk melakukan verifikasi ke warga.
Syarifuddin Kulle menambahkan, sampai saat ini, KPU belum melakukan finalisasi untuk menentukan calon independen yang lolos menjadi cabup. ‘’Kami masih menunggu hasil verifikasi di lapangan,’’ kata Ketua Divisi Sosialisasi dan Pengembangan SDM KPU Gowa ini. Protes terhadap pasangan bakal cabup SALUT ini adalah kali kedua setelah protes yang sama dilontarkan warga Pencong, Kec. Biringbulu. Warga Pencong juga datang ke KPU Minggu (21/2) lalu dan mengkomplain bahwa tanda tangan mereka dipalsukan tim SALUT.
Ketua Tim Pemenangan SALUT, Rahman Syam yang dikonfirmasi via telepon soal protes dari Pannyangkalang ini kemarin, malah mengatakan dirinya tidak ada keterkaitan dengan kerja tim, apalagi sebagai ketua tim. ‘’ Pasalnya, saya tidak lagi berstatus sebagai ketua tim SALUT sekarang. Jadi untuk masalah itu, saya tidak tahu menahu. Silakan ricek di posko SALUT,’’ ucap Rahman Syam yang juga mengaku belum kenal siapa ketua tim SALUT yang baru. (Sar)



0 komentar: