Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
3/23/2010 06:45:00 AM

Bupati Tinjau UN di Luar Kota

Diposkan oleh tuGOWA


GOWA, BKM—Ujian nasional (UN) tingkat SMA, MA dan SMK di Gowa berlangsung mulai 08.00 Wita, Senin (22/3) kemarin. Bupati Gowa, H Ichsan YL didampingi Muspida, anggota DPRD dari Komisi IV, Kadis Dikorda Gowa, H Idris Faisal Kadir dan Kabag Humas Protokol, Arifuddin Saeni meninjau UN hari pertama di SMAN 1 Bontomarannu dan SMAN 1 ParangloE.
Kalau tahun-tahun sebelumnya, peninjauan ujian selalu dilakukan dalam kota Sungguminasa, maka kali ini dilakukan di luar kota yakni di Kec. Bontomarannu dan ParangloE.
Dari 5.531 siswa SMA sederajat yang mengikuti ujian yang akan berlangsung tiga hari ke depan, berdasarkan laporan hari pertama pada sekolah yang ditinjau sebanyak 6 siswa tidak hadir. Seperti di SMAN 1 Bontomarannu, diketahui sebanyak 379 peserta, dua orang tidak ikut disebabkan sedang hamil. Sementara di SMAN 1 ParangloE yang diikuti SMA Hizbulwathan 34 orang dan SMAN 1 ParangloE 118 orang sebanyak 4 orang diantaranya tidak hadir karena sakit.

Terkait siswa yang hamil tersebut, menurut Kadis Dikorda, H Idris Faisal Kadir, mereka tidak dimungkinkan lagi mengikuti susulan ataupun pengulangan lantaran keduanya memang meminta mengundurkan diri. Sementara yang sakit masih dibolehkan ikut susulan.
Pelaksanaan ujian yang terlihat tertib membuat bupati manggut-manggut. Apalagi, tidak terdengar adanya naskah ujian yang bocor seperti di sejumlah daerah lainnya. Hal lain yang membuat bupati senang, karena tidak ada satupun siswa yang membawa telepon genggam yang dikhawatirkan bisa menjadi sarana peredaran jawaban palsu. (Sar)



0 komentar: