Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
3/10/2010 10:17:00 AM

GOWA tolak Bendungan Karaloe

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo mengemukakan penolakannya terhadap rencana pembangunan Bendungan Karaloe yang berada di perbatasan Gowa dengan Jeneponto. Bendungan rencananya terbangun di wilayah Jeneponto.
Penolakan tersebut karena dinilai lokasi pembangunan sangat rawan. Jika dipaksakan, katanya, bendungan yang diprediksi menelan anggaran Rp 900 miliar itu hanya mampu bertahan paling lama 10 tahun.
"Bendungan bisa rubuh. Berdasarkan pemetaan geologi di atas lahan di Jeneponto itu terdapat patahan aktif yang terus bergerak. Meskipun tidak ada gempa, patahan itu tetap akan bergerak dan membahayakan keberlangsungan bendungan jika tetap dibangun," ungkap Ichsan di hadapan anggota Komisi VIII DPR Ri di Baruga Karaeng Pattingalloang, Sungguminasa, Selasa (9/3).
Pemetaan tersebut, ungkap Ichsan, berdasarkan penelitian yang dilakukan konsultan Nippon Key dari Jepang tahun 2002 lalu. Dalam penelitian itu juga disebutkan wilayah paling tepat adalah Gowa.
Pada kesempatan yang sama, Ichsan juga meminta agar bencana longsoran Bawakaraeng dimasukkan sebagai bencana nasional. Menurut mantan anggota DPRD Sulsel ini, untuk mengatasi sisa longsoran dibutuhkan anggaran sedikitnya Rp 1,6 triliun.
"Kita berharap penanganan ancaman Bawakaraeng dan bendungab Bilibili ini melalui pemerintah pusat," ungkap Ichsan.
Pemkab Gowa, jelas Ichsan, sudah menyediakan alat deteksi dini kepada masyarakat dan membangun 200 rumah dan pemukiman lainnya untuk warga sekitar gunung Bawakaraeng.
Berdasarkan hasil pengamatan dan survei detail Konsultan Yachio Engineering menyatakan, saat ini Gunung Bawakaraeng telah memiliki tingkat potential collapse sekitar 113 juta meter kubik, 22 juta meter kubik di antaranya termasuk dalam kategori level satu atau patut diwaspadai.
Perpindahan tanah pada dinding kaldera Gunung Bawakaraeng tahun 2004 lalu, yang persis berada pada hulu Sungai Je'neberang dengan volume cukup besar, sekitar 200 sampai 250 juta meter kubik juga masih terus menjadi ancaman.(ute)




0 komentar: