Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
3/30/2010 06:30:00 AM

NIK 162 Honorer Belum Turun

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM—Hingga kini NIK (nomor induk kepegawaian) 162 tenaga honorer Pemkab Gowa yang masuk angkatan 2009 (pengangkatan terakhir honorer jadi PNS) belum juga diturunkan BKN pusat. Hal itu dibenarkan Kepala BKD Gowa, Hj Muliaty Hamka didampingi Kabid Kepegawaian, A Rivai, Senin (29/3) kemarin.
Dijelaskan Rivai, sejauh ini pihak BKD Gowa sudah lama menyerahkan berkas sesuai database para honorer tersebut, namun belum ada jawaban dari pusat.
‘’Kami memang sudah menunggu turunnya NIK itu. Jika NIK sudah ada, maka SK pengangkatan para honorer tersebut, tidak masalah lagi sebab SK nya dikeluarkan Pemkab ditandatangani bupati. Meski yang terproses itu sebanyak 162 orang namun belum tentu semuanya bisa lulus, karena prosesnya di pusat ketat. Misalnya, ijazah pendidikan terakhirnya bermasalah atau ada berkas lain yang tidak lengkap. Itu bisa membuat NIK seseorang tidak keluar,’’ terangnya.
Dikatakan juga, dari 162 berkas honorer yang diproses pusat, dipastikan jumlah NIK yang turun nanti tidak sejumlah itu lagi. Sebab, selama proses berlangsung ada sejumlah honorer yang terpending berkasnya disebabkan faktor usia tidak mencukupi. Selain itu ada juga yang sudah meninggal dunia.
‘’Jumlah total dari 162 sesuai database itu, mungkin sisa 150-an saja,’’ tambah Rivai. (Sar)



0 komentar: