Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
3/20/2010 12:14:00 PM

Pemkab Gowa Tolak Ganti Rugi Lahan SD

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA(SI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa tidak akan membayar ganti rugi lahan sekolah inpres sebesar Rp300 juta sebagaimana tuntutan warga bernama Bassonang Dg Ngitung.

Sebab tuntutan tersebut tidak melalui proses hukum yang berlaku. ‘’Pemkab tidak akan membayar ganti rugi berapa pun jumlahnya, termasuk tuntutan Bassonang sebesar Rp300 juta itu, jika tidak ada bukti otentik berupa sertifikat melalui putusan pengadilan secara resmi,” jelas Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Gowa Arifuddin Saeni di Sungguminasa,kemarin.
Diketahui,beberapa waktu lalu Bassonang menuntut Pemkab Gowa sebesar Rp300 juta.Tuntutan tersebut terkait lahan yang ditempati sekolah inpres Balinappang di Desa Bontoramba,Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa diklaim milik Bassonang. Menurut Saeni, setiap lahan yang diklaim warga harus mempunyai kekuatan hukum yang sah,misalnya berupa sertifikat tanah.
Dengan sertifikat tersebut, menjadi dasar hukum bagi Pemkab Gowa untuk memberikan ganti rugi kepada pihak yang memiliki tanah tersebut. Sementara itu,sejak pekan lalu ratusan siswa SD Inpres Balinappang terlantar pasca penyegelan yang dilakukan Bassonang Dg Ngitung. Ratusan siswa itu sebagian masih menyempatkan datang ke sekolah. Namun tidak semua mengikuti proses belajar mengajar.
Poskan Komentar