Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
3/13/2010 09:30:00 AM

Ratusan Warga Unjuk Rasa di KPU

Diposkan oleh tuGOWA


SUNGGUMINASA(SI) – Ratusan warga Kecamatan Bontonompo,Kabupaten Gowa, berunjuk rasa di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa kemarin.
Mereka kembali menyoal adanya dugaan rekayasa dan manipulasi data dukungan terhadap para calon independen yang sedang berjuang untuk lolos verifikasi sebagai calon bupati-wakil bupati pada Pilkada Gowa 2010,Juni mendatang. Sepanjang satu bulan ini, protes warga ke KPU datang silih berganti. Sebelumnya, ratusan warga dari perbatasan Kabupaten Gowa-Takalar melakukan hal yang sama.Protes juga dilakukan warga Pencong,Kecamatan Biringbulu, dan warga Pannyangkalang,Kecamatan Bajeng, serta warga Kecamatan Barombong. Meski tak menyudutkan satu pun calon independen,mereka meminta KPU memverifikasi ulang dukungan calon independen yang masuk.
Pasalnya, seperti dikatakan Kaharuddin, korlap aksi, warga Bontonompo, saat orasi di halaman KPU kemarin,ditemukan banyaknya manipulasi data dukungan warga,baik berupa pemalsuan tanda tangan, cap jempol, maupun tidak adanya persetujuan dukungan warga yang namanya tertera dalam daftar dukungan. Aksi ini bersamaan dengan aksi protes yang dilakukan Forum Generasi Peduli Masyarakat (Forgepmas) Gowa. Saat orasi, Sekjen Forgepmas Ilham Ahmad meminta KPU tidak terburu-buru menetapkan hasil verifikasi calon independen. Dia mendesak KPU memverifikasi ulang, menyusul banyaknya warga yang merasa hak politiknya dikebiri calon tertentu tanpa persetujuan sebelumnya.

Forgepmas juga meminta institusi kepolisian memidanakan beberapa oknum yang memalsukan tanda tangan warga.“Forgepmas akan menduduki KPU selama 2x24 jam bila aspirasi tersebut tidak ditangani secara adil dan bijaksana,” ungkapnya. Menyikapi itu, KPU memberikan penjelasan tentang aturan yang berlaku terkait pelaksanaan tahapan pilkada, terutama yang terkait dengan calon independen. KPU juga berjanji akan memperhatikan seluruh aspirasi ma-syarakat. KPU juga meminta masyarakat bisa memahami prosedur dan ketentuan terkait dukungan itu,dengan memberikan pernyataan menolak jika tidak mendukung melalui format yang telah disiapkan di semua PPS dan PPK.

“Meski warga mengatakan tidak mendukung jika tidak ada bukti pernyataan menolak yang ditulis dalam format menolak, dukungan itu dinyatakan tetap sah. Jadi,ketentuan itu harus dilakukan agar menjadi dasar kuat tidak bersyarat verifikasi,” papar Ketua KPU Gowa Hirsan Bachtiar, saat dimintai penjelasannya kemarin. (herni amir)



2 komentar:

kaharuddin, s.pd mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
kaharuddin, s.pd mengatakan...

KPU GOWA MESTI MENGKAJI ULAN CALON BUPATI GOWA TERHADAP BANYAKNYA DUGAAN PELANGGARAN.

KPU kabupaten gowa sebagai pelaksana pilkada mestinya lebih berhati-hati dan jelih melihat fakta-fakta yang ada, karena fakta tersebut yang merupakan dukungan dari beberapa calon yang terdaftar di KPU kabupaten gowa belum bisa dijadikan sebagai rujukan sebelum dukungan tersebut dikaji ulan melalu PPS, PPK, dan KPU Kabupaten, melihat realitas banyaknya tuntutan dari beberapa warga di berbagai kecamatan yang ada di kabupeten gowa, berarti kita dapat menarik benang mera bahwa fakta-fakta dukungan yang ada di KPU kabupaten gowa belum menjadi wujud fakta realitas, maka dari itu KPU kabupate gowa mesti melakukan kajian ulan dan melakukan verifikasi ulan pulah, dengan pendekatan penomenologi studi kasus terhadap permasalahan yang ada, KPU jangan terpaku dengan aturan momen yang ada tampa berkiblak pada kondisi realitas tuntutan masyarakat, perlu dipahami KPU dalam hal ini hanya pelaksana dan tidak seharusnya serta merta melakukan penetapan nantinya karena banyaknya dugaan pelanggaran-pelangaran yang mesti di perhatikan, kita paham bahwa zaman sekarang ini adalah zaman demokrasi kan tetapi mari kita jaga bersama agar paham demokrasi yang kita pahami tidak tercederai oleh sebuah asumsi-asumsi kepentingan, maka hari ini yang dibutuhkan adalah kesadaran kolektif bagi masyarakat kabupaten gowa, dan kita pahami pulah bahawa penguasan yang paling tertinggi ditengah-tengah masyarakat dan rakyat secara umum adalah ekonomi yang berwujud pinansial.