Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
4/10/2010 12:58:00 PM

Konvoi SMA Dibubarkan

Diposkan oleh tuGOWA


Sungguminasa, Tribun - Puluhan siswa sekolah menengah atas (SMA) kembali melakukan konvoi dan aksi corat-coret usai mengikuti ujian akhir sekolah (UAS). Karena dinilai mengganggu pengguna jalan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa membubarkan konvoi siswa tersebut, Jumat (9/4).
Siswa yang konvoi itu beberapa di antaranya membawa minuman keras. Saat siswa itu berkumpul di Lapangan Syekh Yusuf Sungguminasa, sejumlah anggota satpol PP mendatangi. Melihat satpol datang, puluhan siswa dari berbagai SMA berhamburan kabur.
Bahkan ada beberapa yang meninggalkan motornya. Dari puluhan pelajar itu, tiga siswa di antaranya berhasil diamankan Satpol PP dan digiring ke markas Satpol yang berada di perkantoran Pemkab Gowa.
Ketiga siswa yang diamankan Satpol yakni Rida (17) dan Sapri (18) dari SMAN 2 Sungguminasa yang berlokasi di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, serta satu orang asal SMKN 2 Somba Opu.
Kasi Penertiban dan Penyidikan Satpol PP Gowa, Hasrun Salim di ruang kerjanya usai memberikan penjelasan sebagai pembinaan kepada tiga siswa terjaring itu mengatakan, penangkapan siswa konvoi ini dilakukan lantaran telah mengganggu ketertiban umum.
"Siswa yang terjaring itu kita beri pengarahan dan pembinaan agar kegiatan seperti itu tidak terulang. Razia ini diharap memberi efek jera kepada siswa yang gemar konvoi dan mengganggu pengguna jalan lainnya," jelas Hasrun.
Ia berharap langkah penertiban ini tidak turut dicontoh siswa SMP yang juga menyusul menyelesaikan ujian akhir sekolahnya nanti. Apalagi dari upaya penertiban terhadap siswa SMA yang ugal-ugalan di jalanan itu diketahui juga membawa sambil minum minuman keras.
Sayangnya siswa yang membawa miras itu tidak berhasil ditangkap lantaran kabur setelah petugas Satpol PP melakukan penertiban.(ute)

Tegas dalam Penertiban
AKSI Satpol PP Gowa dalam melakukan penertiban di Kabupaten Gowa ini sudah beberapa dilakukan. Setiap laporan yang diterima ditindaklanjuti, seperti keluhan terhadap keberadaan pengamen jalanan di perbatasan Gowa-Makassar.
Beberapa hari lalu, satpol PP berhasil menjaring dua dua orang pengamen di gerbang perbatasan Gowa-Makassar. Kedua remaja berusia sekitar 15 tahun itu, Ariadi dan Wandi.
Langkah itu dilakukan karena selama ini banyak laporan ulah pengamen di jalan. Para pengamen kerap mengganggu pengguna jalan dan sering merusak kendaraan yang tidak memberi mereka uang.
Kepala Satpol PP Gowa, Syafruddin Ardan, mengatakan, penangkapan pengamen dilakukan karena selain makin menjamur juga kerap merugikan masyarakat pengguna jalan.
"Para pengamen yang tidak diketahui berasal dari mana sering dilapor mengganggu aktivitas lalu lintas. Beberapa pengamen nakal jika tidak diberi imbalan sering menggores bodi mobil pengguna jalan. Karena ulah seperti ini, kami banyak menerima pengaduan berupa keluhan atas keberadaan pengamen di batas kota tersebut," ungkap Syafruddin.(ute)


0 komentar: