Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
4/13/2010 06:22:00 AM

Salut Terancam Gagal Maju di Pilkada Gowa

Diposkan oleh tuGOWA


Sungguminasa, Tribun - Dukungan pasangan calon independen, Syarifuddin Tembo-Muh Lutfhie Yusuf (SALUT) kembali menuai protes. Kali ini protes warga dari Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa.
Sejumlah warga bersama Kepala Desa Panciro, Hasanuddin, mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa, Jl Andi Mallombassang, Sungguminasa, Senin (12/4). Mereka memprotes dukungan dukungan yang diklaim pasangan SALUT dari desa tersebut.
Warga menuding sekitar 1.000-an berkas dukungan dari desa itu dipalsukan. Warga mengaku tidak pernah memberikan dukungan kepada SALUT. Akibatya, keberadaan SALUT untuk maju di Pilkada Gowa 2010 terancam.
Dari Desa Panciri, SALUT memasukkan bundel dukungan dengan jumlah dukungan KTP sekitar 1.076 dukungan. Lantaran sering disebut-sebut sebagai pendukung SALUT, akhirnya banyak warga mericek ke PPS Panciro termasuk Kades Panciro, Hasanuddin, dan istrinya, Muniati.
Dari hasil ricek itu, diketahui dukungan yang masuk dominan dipalsukan, baik fotokopi KTP maupun tanda tangan warga.
"Saya melihat dalam bundel itu, ada fotokopian KTP saya. Tahun dan bulan lahir sama tapi tanggalnya beda dengan KTP asli saya. Tanda tangannya juga bukan tanda tangan saya. Hampir seribuan warga saya dipalsukan tanda tangan dan tanggal lahirnya," jelas Hasanuddin kepada wartawan di KPU Gowa, kemarin.
Menurutnya, foto yang digunakan memang sama. Namun, warga tidak pernah mengetahui dari mana foto dan data-data mereka diperoleh.
Selain Hasanuddin dan isrinya, warga yang turut ke KPU masing-masing Fadli Dg Manai, anggota BPD Panciro Muh Saleh, imam dusun Muh Zain, imam Desa Panciro Rustam Wahab, dan Nurhayati.
Nurhayati mengaku identitas suami dan anaknya dipalsukan. Sementara Rusni Dg Minne mengaku dalam bundel itu, ada empat fotokopian KTP-nya. Satu dicap jempol, tiga ditandatangani.
Diakomodir
Ketua KPU Gowa Hirsan Bachtiar didampingi anggota KPU Syaripuddin Kulle yang menerima warga berjanji akan mengakomodir keberatan warga sepanjang mengisi format B8 atau surat keterangan tidak mendukung.
Syarifuddin menambahkan, pasangan SALUT pascaverifikasi awal 13 Maret lalu, dari 32 ribu dukungan masyarakat yang diverifikasi hanya 15 ribu dukungan yang memenuhi syarat. Untuk memenuhi kuota persyaratan calon independen 27.288 dukungan, SALUT hanya menyetor dukungan tambahan sebesar 24 ribu lebih.
Dikatakan Syarifuddin Kulle, dukungan tambahan ini harus segera dipenuhi sebab penetapan calon dijadwalkan tanggal 19 April dan penarikan nomor urut tanggal 21 April.(ute)



1 komentar:

guntur mengatakan...

marilah kita memilih pemimpin yang tidak sombong dan bergaya premanisme, marilah kita memilih yang dapat menjadi contoh panutan , suri tauladan dan tidak memperkaya diri sendiri pilihlah pepimpin untuk masyarakat GOWA yang lebih bermartabat dan rendah diri.