Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
5/17/2010 02:31:00 PM

12 Desa akan jadi Percontohan

Diposkan oleh tuGOWA


Sungguminasa, Tribun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gowa membentuk 12 desa/kelurahan percontohan dari seluruh desa dan kelurahan di Gowa sebagai langkah maksimalisasi dan menguji pelayanan kesehatan gratis di daerah ini.
Rencananya 10 desa itu akan dipantau secara maksimal.
Koordinator Jaringan Kerja Pemerhati Pelayanan Publik Gowa (Jaker P3G) Muhammad Hatta mengatakan, desa percontohan itu akan dipantau dalam tiga tahapan. Tahap pertama sebanyak empat desa/kelurahan untuk 10 bulan.
Kemudian empat desa pada tahap kedua dan empat desa pada tahap ketiga. Ketiga tahapan tersebut dilakukan dalam kurun waktu 30 bulan. "Kita akan laksanakan selama 30 bulan dalam tiga tahapan," jelas Hatta dalam diskusi layanan kesehatan gratis di Mario Cafe Gowa, akhir pekan lalu.
Desa percontohan tersebut akan dimulai akhir Mei ini. Keempat desa yang jadi sasaran tahap pertama masing-masing Desa Panakukang (Kecamatan Pallangga), Kelurahan Paccinongan (Somba Opu), Desa Bontomanai (Bajeng Barat), dan BorongloE (Bontomarannu).
Menurut Hatta, desa sehat itu diharapkan mampu membangun partisipasi, transparansi, managemen, dan pelayanan kesehatan dasar secara gratis kepada masyarakat. Apalagi ke depannya, pengelolaan dana untuk kesehatan dasar akan dikelola sendiri oleh masyarakat.
Sosialisasi Minim
Dalam diskusi yang menghadirkan anggota DPRD Gowa Hasniati Hayat, Sekretaris Dinkes Gowa Armin, dan beberapa LSM serta wartawan ini terungkap sosialisasi kesehatan gratis selama ini masih minim. Masih banyak masyarakat tidak bisa membedakan pelayanan kesehatan gratis (yankestis), jamkesma, dan jamkesda.
"Sejauh ini sosialisasi masalah kesehatan gratis masih terbilang minim. Akibatnya, layanan kesehatan gratis tersebut belum tersentuh secara maksimal pada warga di Kabupaten Gowa," ungkap Hatta.
Menanggapi masalah minimnya sosialisasi kesehatan gratis, Sekretaris Dinkes Gowa Armin mengakui masih minimnya sosialisasi kesehatan gratis. Namun, dia berharap, dibentuknya desa percontohan tersebut, pihak dinkes akan mudah melakukan sosialisi tentang yankestis.
"Banyak hal yang mesti diketahui masyarakat dalam penerapan kesehatan gratis ini mulai dari klasifikasi peserta jamkesmas, jamkesda, maupun yankestis. Terutama menyangkut spesifikasi obat-obatan dan jalur pelayanan dari puskesmas ke rumah sakit," jelas Armin.(ute)

Rutin Dilaksanakan
KEGIATAN diskusi yang dilaksanakan Jakes P3G Gowa akan rutin dilaksanakan. Pertemuan direncakan dua bulan sekali atau sebulan sekali dengan menghadirkan pihak terkait.
Diskusi seperti itu, menurut Hatta, membantu pihak terkait mengetahui masalah di lapangan dan bersama mencari solusinya. "Kita akan agendakan rutin kegiatan diskusi seperti ini. Kami harap partisipasi semua pihak sehingga kegiatan yang bermanfaat ini dapat berjalan lancar," kata Hatta.(ute)

0 komentar: