Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
7/27/2010 06:15:00 AM

Lurah Bonto-bontoa Mengaku Diancam

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA --- Pascapelaksanaan pemiluhan umum kepala daerah (pilkada) di kabupaten Gowa, Lurah Bonto-bontoa, Khotbah mengaku mendapat ancaman. Ancaman tersebut diduga terkait dengan pelaksanaan pemilukada di Kabupaten Gowa beberapa waktu lalu.
Lurah Bonto-bontoa, Khotbah yang ditemui diruang kerjanya, Senin 26 Juli kemarin mengatakan, ancaman tersebut bermula saat dia bertemu dengan Massualle disebuah counter Handphone di jalan Usman Salengke, 19 Juli malam. Massualle diketahui adalah anggota kepolisian Resor kota besar (polrestabes) Makassar berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Saat itu, lanjut Khotbah, Massualle langsung mengancam akan memukul Khotbah di tempat itu.
Massualle kemudian meninggalkan Khotbah di counter HP tersebut. Selang beberapa saat kemudian, Massualle kemudian kembali ke Counter tersebut bersama dengan beberapa orang preman. Seorang preman kemudian langsung menarik kerah baju Khotbah sambil mengancam akan melakukan pemukulan.
“Kerah baju saya langsung ditarik, sambil mengancam saya ditempat itu,” jelas Khotbah.
Khotbah menambahkan ancaman tersebut diduga kuat terkait dengan pelaksanaan Pemilukada beberapa waktu lalu. Menurutnya, Massualle sempat menanyakan perihal perkataan Khotbah saat menggelar orasi pada penetapan pemenang Pilkada lalu.
“Dia sempat tanyakan ucapan yang mengatakan; tidak Somba di Gowa sekarang. Tapi itu tidak pernah keluar dari mulut saya waktu orasi,” jelas Khotbah.
Lebih jauh, Khotbah mengaku sudah melaporkan tindakan tersebut ke kantor kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar dan Polrestabes Makassar, 20 Juli lalu. Namun, sampai sekarang, dia mengaku belum menerima respon dari kantor kepolisian setempat.
“Saya sudah laporkan ke Polda dan Polrestabes. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kasusnya,” jelas Kohtbah.(eka)

0 komentar: