Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
8/04/2010 09:31:00 AM

Gowa Memanas Lagi

Diposkan oleh tuGOWA


SUNGGUMINASA -- Dua kelompok massa pendukung pasangan calon yang bertarung dalam Pemilukada Gowa 23 Juni lalu, kembali berhadap-hadapan di perbatasan Gowa-Makassar, Selasa 3 Agustus. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Bentrokan bermula saat sejumlah massa pendukung Andi Maddusila melakukan aksi unjuk rasa di perbatasan Gowa-Makassar. Saat itu, massa yang diketahui baru saja usai berunjuk rasa di Mapolda Sulsel, berusaha menutup jalan poros Makassar-Gowa.

Saat menutup jalan, seorang pengunjuk rasa menendang tukang becak yang hendak menerobos jalan. Melihat tindakan pengunjuk rasa tersebut, polisi langsung bertindak. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dan pengunjuk rasa yang menendang tukang becak. Polisi akhirnya mengamankan dua pengunjuk rasa karena diduga dapat memicu konflik.

Selang beberapa saat, seorang warga yang tidak diketahui datangnya, muncul di lokasi dan langsung memukul pengunjuk rasa yang sementara berorasi. Pelaku juga berusaha merebut spanduk yang dipegang sejumlah pengunjuk rasa. Polisi pun bertindak sigap dengan langsung meringkus pelaku.

Pada bagian lain aksinya, massa pendukung Maddusila juga berusaha memasang spanduk bertuliskan "Kami Tidak Mau Dipimpin Bupati Berijazah Palsu" di pintu gerbang perbatasan. Aksi tersebut memancing emosi massa pendukung Ichsan Yasin Limpo yang juga berkumpul di jalan poros Makassar-Gowa. Jaraknya hanya kurang lebih 100 meter dari lokasi aksi pendukung Maddusila.

Pendukung Ichsan tersebut langsung bergerak maju mendekati pendukung Maddusila. Pergerakan maju massa Ichsan itu langsung diadang aparat kepolisian yang sudah siaga di antara dua kelompok massa. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Tapi, aksi saling dorong ini tidak berlangsung lama.

Di tengah aksi saling dorong itu, aparat kepolisian melakukan negosiasi dengan pimpinan massa pendukung kedua kubu. Hasilnya, massa pendukung Maddusila berhasil dibujuk untuk menarik diri dari lokasi. Selang beberapa saat, massa pendukung Ichsan juga ikut menarik diri.

Selama aksi unjuk rasa berlangsung, arus kendaraan dari dan keluar kota Makassar menuju Selatan Sulsel, menjadi tersendat. Sebagian kendaraan bahkan dialihkan ke jalan-jalan penghubung lainnya yang relatif lebih kecil seperti Jl Syekh Yusuf.

Prioritas Polres Gowa

Sementara itu, pengusutan kasus teror bom molotov pada Minggu dinihari 1 Agustus lalu, terus dilakukan aparat Polres Gowa. Apalagi, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Adang Rochjana telah memberikan instruksi khusus untuk mengungkap otak dan motif dari kasus tersebut.

"Kami sudah dapat instruksi dari Polda terkait dengan kasus itu. Teror (molotov) itu sudah menjadi prioritas kami," jelas Kasatserse Polres Gowa AKP Ardi Rahananto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa pagi 3 Agustus.

Ardi mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan labfor Polda Sulselbar. Polisi juga masih mencari sopir taksi yang pertama kali melihat terbakarnya kantor Kelurahan Katangka.

Terkait temuan bom molotov di dua kantor lurah lainnya, Ardi mengatakan, kemungkinan besar pelakunya sama. Soalnya, jarak antara ketiga kantor lurah sasaran serangan bom molotov sangat dekat.
"Dugaan sementara kami itu dilakukan satu orang saja. Jaraknya kan sangat dekat," jelas Ardi.

Sementara itu, malam tadi kediaman Maddusila di Villa Mega Sari Jalan Jipang Raya Kecamatan Rappocini, didatangi puluhan massa yang mengendarai motor dan dua mobil. Mereka bermaksud menyerang namun berhasil dihalau massa pendukung Maddusila yang sudah bersiaga sejak sore. Massa yang diduga kuat pendukung Ichsan itu pun dipukul mundur.

Data yang dihimpun di lokasi kejadian malam tadi, puluhan massa pendukung Ichsan dari arah Gowa awalnya masuk ke Kompleks Perumahan Bumi Palem karena menyangka kediaman Maddusila di lokasi tersebut. Sadar salah alamat, massa kemudian bergerak ke Perumahan Villa Mega Sari yang jaraknya lebih kurang 50 meter.

Hanya saja, belum sempat masuk sudah diadang ratusan massa Maddusila yang memegang batu dan aneka senjata tajam seperti parang dan samurai. Hingga pukul 23.00 Wita malam tadi, massa masih siap siaga dibantu aparat kepolisian.

Setiap kendaraan yang masuk ke komplek kediaman Maddusila diperiksa. Termasuk wartawan yang bermaksud meliput. Menurut salah satu pendukung pasangan Maddusila bernama Dg Nojeng, salah satu mobil dikenali milik Wakil Ketua DPRD Gowa, Rachman Syah. Mobil itu jenis Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi DD 777.

"Mobil tersebut ada posternya IYL. Ketika bermaksud masuk ke rumah patta (Maddusila, red), kami melemparinya dan mengejar hingga kembali ke arah Gowa," ungkap Dg Nojeng.

Wakil Ketua DPRD Gowa, Rachman Syah yang juga ketua tim pemenangan IYL-Baji yang dihubungi via telepon membantah jika itu mobilnya. Menurutnya, tidak mungkin dia mau melakukan hal sekonyol itu. "Nomor pelat mobil saya DD 397, bukan DD 777, " tampiknya.

Terkait mobil branding IYL serta massa bermaksud menyerang, Rachman Syah menyatakan bahwa Jalan Jipang Raya merupakan jalur lintasan kendaraan. Bisa saja, kata dia, mobil itu hanya lewat saja. "Kalau ada penyerangan, itu bukan dari tim pemenangan kami. Mungkin saja itu warga yang marah karena penutupan jalan," kilahnya.

Saat kejadian, Maddusila masih di Jakarta. Sementara Kapolda Sulsel, Irjen Pol Adang Rochjana sudah memerintahkan aparat Polres Gowa, Polrestabes Makassar, dan Polsekta Rappocini mengantisipasi kejadian tersebut dengan menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan tertutup dan terbuka.

"Kalau ada yang mulai melakukan kerusuhan, langsung ditindak tegas tanpa pandang bulu. Saya minta semua pihak bisa menahan diri demi terciptanya situasi daerah yang kondusif," tegas Adang. (ram-eka)

0 komentar: